Jumat, 05 Okt 2018 06:58 WIB

'Wisata Luar Angkasa Buang-buang Uang'

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: Vanity Fair Foto: Vanity Fair
Jakarta - Persaingan para miliarder dalam menerbangkan turis ke luar angkasa dianggap sebagai cara orang-orang kaya untuk menghamburkan uangnya.

Elon Musk, Jeff Bezos, dan Richard Branson, adalah tiga nama miliarder yang punya niatan untuk mengirim turis ke luar angkasa. SpaceX, Blue Origin, dan Virgin Galactic, adalah perusahaan antariksa mereka masing-masing yang dibangun untuk memenuhi impian tersebut.

Menariknya, apa yang dilakukan mereka semua dianggap sebagai salah satu cara dalam menghamburkan uang. Hal tersebut diungkapkan oleh Jacques Breton, Senior VP Sales and Business Development Arianespace, sebuah perusahaan antariksa asal Prancis.



"Kami sudah melakukan riset selama bertahun-tahun, bahkan bisa dibilang berpuluh-puluh tahun menganai space tourism yang bisa menjadi aplikasi berikutnya (dari peluncuran roket)," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Kamis (4/10/2018).

"Sebat saja sekarang ada Virgin galactic, SpaceX, Blue Origin, yang bakal meluncurkan orang-orang kaya ke Bulan atau melintas stratosfer. Tapi saya pikir itu cara mereka untuk menghabiskan uang mereka. Tapi itu hanya opini saya saja," katanya menambahkan.

Wisata Luar Angkasa Buang-buang UangFoto: Muhamad Imron Rosyadi/detikINET


Hal senada juga diungkapkan oleh kompatriotnya, yaitu Vivian Quenet, Managing Director and Head of Sales, Singapore ASEAN Office, Arianespace. Menurutnya, itu adalah 'permainan' orang-orang kaya.

"Elon Musk, Jeff Bezos, Richard Branson, itu semua miliarder. Dan mereka pun akan menerbangkan teman-teman mereka yang juga kaya. Saya pikir itu mimpi mereka semua dan itu bukan masalah. Itu bagus bagi mereka selama punya teman dan pelanggan," tuturnya.

"Tapi itu bukan misi kami. Yang kami coba ingin lakukan adalah untuk tetap fokus dalam melakukan apa hal terbaik yang bisa kami lakukan, yaitu menyediakan peluncuran roket yang terpercaya dalam mengirim muatan ke luar angkasa bagi perusahaan, institusi, dan penelitian," ujarnya melanjutkan.



Jacques pun juga memperkuat ucapan Vivian. Menurutnya, pihaknya sudah mempertimbangkan risikonya dan saat ini tidak ada rencana untuk meluncurkan orang ke luar angkasa, sekaligus tetap fokus dalam meluncurkan satelit.

"Kami tidak akan terjun ke dalam wisata miliarder. Mungkin itu cara mereka untuk menarik perhatian orang bahwa mimpi itu masih ada, tapi itu sama sekali bukan pasar yang ingin kami sasar," pungkasnya. (mon/afr)