Dalam konferensi yang digelar oleh CEO perusahaan antariksa Rusia Roscosmos, Dmitry Rogozin, dikatakan bahwa kebocoran tersebut terjadi karena kesalahan manusia.
"Teori bahwa itu merupakan dampak meteorit telah ditolak karena sudah jelas lambung kapal luar angkasa tersebut dilubangi dari dalam," ucap Rogozin, seperti dikutip detikINET dari Gizmodo, Rabu (5/9/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ternyata kebocoran tersebut muncul dari hasil bor yang tidak sengaja menghasilkan lubang saat proses manufaktur. Kemudian material yang digunakan untuk menyumbat lubang tersebut tiba-tiba terlepas.
Tapi masih belum jelas apakah lubang tersebut dihasilkan saat berada di Bumi atau saat sudah berada di luar angkasa. Selain itu, belum jelas juga apakah lubang ini merupakan tindakan yang disengaja atau tidak.
Rogozin mengatakan bahwa saat ini Energia Rocket dan Space Corporation sebagai perusahaan pembuat modul Soyuz MS-09 untuk mencari tahu siapa yang bertanggung jawab terhadap lubang tersebut.
Mereka juga harus mencari tahu apakah tindakan tersebut disengaja atau tidak serta apakah lubang tersebut dilakukan di Bumi atau luar angkasa.
"Saat ini penting untuk mencari tahu alasannya, untuk mengetahui nama orang yang bertanggung jawab terhadap kebocoran tersebut," ucap Rogozin.
Oksigen di ISS kini sudah tidak bocor lagi setelah lubang tersebut ditutup menggunakan perekat Kapton dan sealant berbasis epoxy. Keenam astronot yang berada di ISS sendiri tidak pernah terancam bahaya karena kebocoran tersebut sangat kecil dan mudah diatasi. (fyk/fyk)