Sabtu, 18 Agu 2018 18:04 WIB

Kejanggalan Film The Meg dari Kacamata Sains

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Ilustrasi Megalodon (kiri), hiu masa kini dan manusia. Foto: Istimewa Ilustrasi Megalodon (kiri), hiu masa kini dan manusia. Foto: Istimewa
Jakarta - Sudah nonton The Meg? Film yang dibintangi oleh Jason Statham ini tampaknya menyedot perhatian banyak orang karena mampu bertengger di puncak Box Office, menggeser Mission: Impossible - Fallout.

Diambil dari cerita di dalam buku berjudul Meg: A Novel of Deep Terror karya Steve Alten, film ini berkisah tentang hiu prasejarah bernama Megalodon. Hewan yang dianggap sudah punah sejak 2,6 juta tahun lalu itu ternyata masih hidup dengan bersembunyi di Palung Mariana, titik terdalam di lautan Bumi.


Dari sini, sudah terdapat sejumlah kejanggalan antara fakta di dalam film dengan kenyataan sebenarnya yang dilihat oleh Priya Shukla, peneliti laut dan iklim. Pada The Meg, hiu raksasa tersebut digambarkan memiliki panjang hingga 27 meter.

Padahal, para ahli paleobiologi khusus hiu memperkirakan ukuran Megalodon berada di kisaran 16 hingga 18 meter. Angka tersebut didapat dengan menganalisa fosil gigi dari makhluk prasejarah tersebut.

Selain itu, menurut Priya, Palung Mariana juga dianggap tak bisa mengakomodasi kehidupan dari Megalodon. Hal tersebut disebabkan fosilnya ditemukan pada kedalaman 15 hingga 60 meter di bawah permukaan laut, sebagaimana detikINET kutip dari Forbes, Minggu (18/8/2018).

Di sana, suhunya lebih hangat dibanding dengan Palung Mariana. Selain itu, ikan-ikan berukuran besar yang menjadi mangsa dari Megalodon juga lebih banyak ditemukan di sana dibandingkan dengan di perairan laut dalam.

Selain itu, Priya beranggapan perilaku Megalodon juga dianggap terlalu dilebih-lebihkan dalam film. Pada suatu adegan, makhluk prasejarah tersebut sanggup membelah paus menjadi dua bagian hanya dalam sekali gigitan.

Dengan rahang yang mencapai panjang hampir 2 meter, mungkin mudah saja baginya untuk menelan manusia hidup-hidup. Meski begitu, dengan perkiraan bobotnya yang mencapai 47 ton, ia diperkirakan cukup memakan satu manusia per hari untuk tetap hidup, tanpa perlu mengonsumsi paus.


Walau begitu, ada satu cuplikan yang dianggap cukup rasional dalam The Meg. Adegan tersebut adalah saat Megalodon berusaha menggigit jendela kaca pada stasiun penelitian bawah laut bernama Mana One. Dengan melihat ketajaman giginya dan area kontak yang dibutuhkan untuk memecahkan material seperti kaca, mungkin saja hiu tersebut merusak kaca tanpa menghancurkannya secara keseluruhan.

Kalau menurut kalian, sudah cukup rasionalkah penampakan Megalodon di dalam film The Meg? (mon/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed