Rabu, 23 Mei 2018 18:45 WIB

Babak Baru Pencarian Monster Legendaris Loch Ness

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Danau Loch Ness. Foto: Thinkstock Danau Loch Ness. Foto: Thinkstock
Jakarta - Sebuah tim peneliti mengandalkan DNA alam untuk mencari salah satu monster legendaris yang kerap dipercaya menghuni Loch Ness, yaitu Nessie.

Professor Neil Gemmell dari University of Otago, Selandia Baru, memimpin sebuah kelompok peneliti dalam melakukan ekspedisi ke Loch Ness, danau yang berada di Skotlandia. Perjalanannya ke sana adalah untuk mengambil sampel eDNA, atau environmental DNA, yang dimiliki oleh danau tersebut.

Tujuan mereka mengambil sampel tersebut adalah untuk mengidentifikasi sisa-sisa DNA dari seluruh makhluk hidup yang pernah berada di Loch Ness. Untuk melakukannya, tim pimpinan Gemmel ini akan mengambil DNA makhluk hidup berdasarkan sedikit bagian dari rambut, kulit, air seni, hingga tinja dari makhluk hidup yang masih tertinggal di danau tersebut.

"DNA ini dapat direkam, diurutkan, dan kemudian digunakan untuk mengidentifikasi siapa makhluk hidup pemiliknya dengan membandingkan urutan yang diperoleh dengan rangkaian genetik yang diketahui di dalam database," ujarnya.



Metode ini diharapkan akan membantu tim tersebut untuk membuat daftar makhluk apa saya yang pernah hidup di dalam Loch Ness. Selain itu, cara ini juga bisa jadi menjadi jalan untuk menemukan monster legendaris yang dipercaya hidup di dalam danau tersebut, yaitu Nessie.

Makhluk tersebut merupakan monster laut berleher panjang yang mitosnya sudah muncul sejak abad ke-6, namun sebutan Nessie baru muncul pada 1930-an. Sampai saat ini, sudah ada ribuan pengakuan dari orang-orang yang percaya melihat makhluk tersebut, yang kerap disertai dengan bukti foto. Walau begitu, belum ada satu pun bukti yang dapat dikatakan benar-benar menampilkan Nessie.

Gemmel pun tidak menampik ide bahwa kelompoknya bisa saja menemukan DNA yang merujuk pada reptil besar sejenis Nessie. Walau begitu, secara pribadi, ia mengaku bersikap skeptis terhadap keberadaan monster tersebut.

"Ikan besar seperti sturgeon sudah menjadi usulan sebagai penjelasan yang masuk akal terkait dengan mitos keberadaan monster ini, dan kami sangat bisa menguji coba ide tersebut," kata Gemmel, sebagaimana detikINET kutip dari CNET, Rabu (23/5/2018).

Sejatinya, pencarian Nessie memang bukan menjadi fokus utama tim peneliti ini. Mereka justru menaruh perhatian lebih terhadap makhluk-makhluk asli serta yang menginvasi danau tersebut, sekaligus mendokumentasikan jenis-jenis baru dari bakteri. (fyk/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed