Senin, 30 Apr 2018 13:16 WIB

Blue Origin Sukses Terbangkan Roket Wisata Antariksa

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: Blue Origin Foto: Blue Origin
Jakarta - Keberhasilan yang ditorehkan Blue Origin menerbangkan roketnya semakin membuka jalan untuk mewujudkan wisata ke luar angkasa di tahun ini.

Seperti diketahui, Blue Origin sukses meluncurkan roket New Shepard di daerah Van Horn, Texas, Amerika Serikat. Meski sempat diwarnai sejumlah penundaan, roket tersebut berhasil melakukan penerbangan pertamanya di 2018, sekaligus yang kedelapan secara keseluruhan.

Dalam peluncurannya kali ini, New Shepard berhasil membawa 'penumpang' bernama Mannequin Skywalker, sebuah dummy dari kru pesawat, mencapai ketinggian 106.680 meter, atau sekitar 5% lebih tinggi dibanding uji coba penerbangan sebelumnya. Selain itu, masih ada sejumlah muatan yang dibawa roket dari perusahaan antariksa milik Jeff Bezos tersebut.



Muatan tersebut meliputi sensor baru yang dibuat oleh NASA sekaligus demonstrasi terhadap sistem wifi untuk di luar angkasa. Tidak hanya itu, New Shepard juga membawa binatang sejenis kutu yang hidup di air untuk menganalisis dampak dari mikrogravitasi terhadap hewan tanpa tulang belakang tersebut.

Di samping membawa cukup banyak muatan, New Shepard juga menunjukkan fungsinya yang bisa digunakan kembali. Beberapa menit setelah diluncurkan pagi tadi, roket tersebut mendarat kembali dengan selamat di tempat peluncuran semula, sebagaimana detikINET kutip dari CNET, Senin (30/4/2018).

Untuk mewujudkan hal tersebut, Blue Origin menyematkan tiga parasut besar pada roket agar dapat menurunkan kecepatannya saat turun ke Bumi di angka 32 kilometer per jam. Persis sebelum menyentuh permukaan tanah, New Shepard menggunakan mesin pendorong untuk melakukan pendaratan yang mulus.

Dengan kemampuannya yang dapat digunakan kembali, New Shepard bisa disejajarkan dengan roket-roket milik SpaceX, perusahaan antariksa pimpinan Elon Musk. Roket tersebut meliputi Falcon 9 dan Falcon Heavy.

Meski begitu, Jeff Bezos dan Elon Musk kemungkinan tidak akan bersaing ketat dalam waktu dekat. Pasalnya, bos Amazon memilih untuk menyasar sektor pariwisata ke luar angkasa melalui perusahaan antariksanya. Sedangkan pria berjuluk Iron Man ini lebih disibukkan dengan pesanan pengiriman kargo ke luar angkasa melalui SpaceX.



Kesuksesan New Shepard dalam melakukan uji coba peluncurannya tersebut juga semakin membuka jalan baginya untuk mengantarkan penumpang manusia ke antariksa tahun ini. Blue Origin menargetkan pada akhir 2018, roketnya sudah mampu menjalankan tur ke luar angkasa bagi wisatawan.

Hal tersebut sempat diutarakan CEO Blue Origin Bob Smith. Ia mengatakan, terdapat kemungkinan bagi perusahaan antariksa tersebut melakukan perjalanan ke luar angkasa bagi para turis.

"Kami pikir kami masih bisa memiliki peluang untuk menyelesaikan pekerjaan yang tersisa di tahun ini. Kami akan pergi jika kami benar-benar siap, dan kami ingin memastikan ini benar-benar aman bagi para penumpang," ujarnya. (rns/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed