Selasa, 20 Mar 2018 19:30 WIB

Hari Tanpa Bayangan Bisa Ganggu Sinyal Telepon?

Agus Tri Haryanto - detikInet
Ilustrasi menggunakan ponsel. Foto: Thinkstock Ilustrasi menggunakan ponsel. Foto: Thinkstock
FOKUS BERITA Hari Tanpa Bayangan
Jakarta - Hari tanpa bayangan yang akan terjadi di Indonesia esok hari, berpotensi mengganggu sinyal komunikasi. Nah, apakah fenomena alam ini bisa mengusik sinyal telepon?

"Untuk sinyal telepon seluler tidak akan terpengaruhi karena alur komunikasinya via tower BTS (Base Transceiver Station). Tidak sampai ke satelit," ungkap Rhorom Priyatikanto dari Pusat Sains Antariksa LAPAN saat dihubungi detikINET, Selasa (20/3/2018).

Namun, kata Rhorom melanjutkan, teknologi yang menggunakan satelit akan cukup terdampak peristiwa hari tanpa bayangan ini.

"Kalau teknologi VSAT, telepon satelit, TV kabel yang pakai parabola akan mengalami sun outage, yakni tidak bisa dapat sinyal karena satelit pemancar berada dekat dengan Matahari," sebut Rhorom.


Mengenai berapa lama gangguan terhadap layanan berbasis satelit tersebut bakal berlangsung, Rhorom mengatakan durasinya akan beragam.

"Sekitar 15-30 menit. Waktunya beragam, tergantung satelit mana yang kita pakai. Puncaknya bisa sedari jam 10.00 WIB sampai jam 14.00 WIB waktu lokal. Tergantung pada orientasi parabolanya," tutur dia.

Dampaknya yang relatif singkat, dikatakannya, tidak perlu sampai koordinasi dengan kementerian dan pihak terkait secara masif untuk mengantisipasi dampak dari hari tanpa bayangan yang terjadi besok.

"Penyedia sudah tahu dan memberikan pemberitahuan kepada klien," sebutnya.

Seperti diketahui, Indonesia akan mengalami fenomena alam menarik pada 21 Maret 2018. Matahari berada tepat di atas ekuator (khatulistiwa). Kejadian itu akan membuat Indonesia pada siang hari tidak punya bayangan.

Tidak seluruh Indonesia, melainkan peristiwa tersebut berlangsung di wilayah tertentu. Matahari akan berada hampir tepat di atas kepala. Hal ini mengakibatkan tidak ada bayangan tepat di siang hari.

"Fenomena ini disebut hari nir bayangan atau hari tanpa bayangan," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat LAPAN Jasyanto.


LAPAN menyebutkan, Indonesia mengalami hari nir bayangan sebanyak dua kali pada tahun ini, yaitu pada 21 Maret dan 23 September 2018.

Peristiwa ini terjadi karena Bumi beredar mengitari Matahari pada jarak 150 juta kilometer dengan periode sekitar 365 hari. Garis edar Bumi berbentuk agak lonjong sehingga Bumi kadang bergerak lebih cepat dan kadang bergerak lebih lambat.

Bidang edar Bumi disebut sebagai bidang ekliptika. Bidang ini miring sebesar 23,4 derajat terhadap bidang ekuator Bumi. Karenanya, Matahari tampak berada di atas belahan Bumi utara selama sekitar setengah tahun dan berada di atas belahan Bumi selatan setengah tahun sisanya.

"Perubahan posisi tampak Matahari menyebabkan perubahan musim di Bumi, misalnya empat musim di daerah subtropis dan juga musim kering-basah di wilayah Indonesia," jelas Jasyanto.

Saksikan video 20Detik untuk mengetahui fenomena hari tanpa bayangan yang akan terjadi siang ini di sini:

[Gambas:Video 20detik]
(agt/rns)
FOKUS BERITA Hari Tanpa Bayangan

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed