Senin, 12 Mar 2018 13:14 WIB

Perang dan Kecerdasan Buatan, Alasan Elon Musk Ngebet ke Mars

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Elon Musk. Foto: istimewa Elon Musk. Foto: istimewa
Jakarta - Kolonisasi ke Mars yang dicanangkan oleh Elon Musk bukan hanya sekadar penjelajahan luar angkasa, namun menurutnya demi keselamatan umat manusia di masa depan.

Elon Musk mengatakan bahwa kolonisasi manusia ke Mars harus menjadi salah satu prioritas utama sebagai usaha dalam menyelamatkan spesies tersebut. Salah satu ancaman yang menurutnya paling berpotensi memusnahkan ras manusia adalah perang dunia ketiga.

"Sangat penting untuk membangun basis di Mars karena jaraknya cukup jauh dari Bumi, sehingga kemungkinan untuk selamat dari kejadian seperti perang lebih besar dibandingkan membangun peradaban di Bulan," ujarnya dalam ajang South and Southwest (SXSW) di Austin, Texas, Amerika Serikat.



"Jika nanti terjadi perang dunia ketiga, kami ingin memastikan bahwa masih cukup tersedia manusia yang ada untuk memulai kembali peradaban dan memperpendek masa kegelapan," ia menambahkan.

Meski begitu, ia pun tidak menutup risiko bahaya yang dapat ditimbulkan dalam melakukan perjalanan ke Mars, dan tidak akan banyak orang yang mau pergi ke Planet Merah tersebut pada masa-masa awal.

"Ini akan sangat berat, berbahaya, dan besar kemungkinan kematian terjadi, tapi juga sekaligus menjadi pengalaman yang hebat jika berhasil selamat," katanya, seperti detikINET kutip dari The Guardian, Senin (12/3/2018).

Selain merasa harus melakukan antisipasi pada perang dunia ketiga, ia pun merasa sangat terancam dengan dampak yang dapat ditimbulkan jika artificial intelligence (AI), atau kecerdasan buatan, tidak segera dibatasi dengan regulasi.

Hal ini pun, menurutnya, menjadi salah satu faktor yang dapat memicu lahirnya perang dunia berikutnya, sekaligus alasan lain untuk mewujudkan kolonisasi ke Mars.

"Pegang kata-kata saya. AI sangat lebih berbahaya dibanding nuklir. Mengapa masih belum ada regulasinya sampai sekarang. Jika tidak, ini akan menjadi benar-benar buruk," ucap Elon Musk.



Ia pun menyarankan kepada para regulator untuk melakukan pendalaman wawasan untuk memastikan semua orang mengembangkan kecerdasan buatan secara aman. Hal tersebut dimaksudkannya agar kecerdasan buatan dapat memunculkan simbiosis mutualisme dengan manusia.

Elon Musk sendiri mengatakan bahwa perjalanan ke Mars dapat diwujudkan pada semester pertama di 2019 lewat perusahaan antariksa miliknya, Elon Musk, menggunakan roket yang tengah dibuatnya, yaitu BFR. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed