Misteri Penyebab Perluasan Alam Semesta Makin Cepat

Misteri Penyebab Perluasan Alam Semesta Makin Cepat

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Selasa, 27 Feb 2018 16:04 WIB
Ilustrasi. Foto: NASA
Jakarta - Meski diketahui bahwa alam semesta ini mengalami perluasan lebih cepat dari perkiraan sebelumnya, penyebab terjadinya fenomena itu masih tanda tanya.

Space Telescope Science Institute (STScI) dari Baltimore, Amerika Serikat, baru-baru ini mengumumkan temuan bahwa alam semesta ternyata meluas lebih cepat dari estimasi sebelumnya, sekaligus memunculkan paham bahwa galaksi pun bergeser lebih cepat dari perkiraan.

Tim peneliti ini pun memunculkan sejumlah spekulasi mengenai penyebab yang dapat memicu fenomena tersebut terjadi.



Salah satu penjelasan yang terbilang memungkinkan adalah pengaruh yang dimunculkan oleh energi gelap (dark energy). Sumber daya misterius ini diklaim sebagai dalang dari percepatan perluasan alam semesta dengan menjauhkan galaksi satu dengan yang lainnya pada intensitas tinggi.

Dalam uraian tersebut, percepatan perluasan jagat raya tidak memiliki konstanta karena nilainya akan berubah seiring berjalannya waktu, sebagaimana detikINET lansir dari Space, Selasa (27/2/2018).

Sedangkan spekulasi lain melibatkan dark matter yang mencakup 80% dari seluruh materi di alam semesta. Tim peneliti tersebut mengatakan bahwa dark matter memunculkan reaksi yang lebih kuat terhadap visible matter atau radiasi dari perkiraan sebelumnya, yang berdampak pada percepatan perluasan alam semesta.

Satu teori lain memunculkan sebuah partikel subatom jenis baru yang memiliki kemampuan menjelajah mendekati kecepatan cahaya dan hanya terpengaruh oleh gaya gravitasi.

Kalangan peneliti mengenalnya sebagai partikel super cepat bernama sterile neutrino. Sedangkan, berdasarkan studi yang diplubikasikan di dalam The Astrophysical Journal ini, sterile neutrino dalam jumlah banyak yang mengumpul menjadi satu disebut dengan radiasi gelap (dark radiation).

Tim peneliti dari STScI sendiri berencana untuk menggunakan data dari Hubble Space Telescope dan Gaia Space Observatory miilik European Space Agency (ESA) untuk menakar dengan akurat posisi dan jarak antar bintang ke depannya.

Hal tersebut dilakukan untuk memberikan estimasi tingkat perluasan alam semesta yang paling tepat di masa depan. (fyk/fyk)