Jumat, 23 Feb 2018 12:21 WIB

SpaceX Gagal Tangkap Sisa Roket Peluncuran Falcon 9

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Bagian roket gagal ditangkap. Foto: Instagram Elon Musk Bagian roket gagal ditangkap. Foto: Instagram Elon Musk
Jakarta - Kesuksesan SpaceX dalam meluncurkan Falcon 9 tak diikuti dengan keberhasilannya dalam menangkap bagian atas roket tersebut yang jatuh kembali ke Bumi.

Setelah peluncuran Falcon 9 dari Vandenburg Air Force Base, California, sukses dilakukan, SpaceX masih memiliki satu pekerjaan rumah, yaitu menangkap bagian yang tersisa dari roket tersebut.

Adalah fairing atau nosecone, penutup bagian atas dari Falcon 9 yang berbentuk mirip dengan penutup telinga, sebagai bagian yang harus ditangkap oleh SpaceX saat ia jatuh kembali ke Bumi.

Untuk mengembalikannya ke Bumi dari luar angkasa, SpaceX sudah melengkapi fairing ini dengan sistem penuntun dan mesin pendorong kecil yang dapat mengarahkan bagian tersebut menembus atmosfer kembali setelah ia lepas dari roket.

Kapal penangkap. Foto: Instagram Elon Musk


Walau sudah memperhitungkan bahwa titik jatuh akan bertempat di Samudra Pasifik, SpaceX ternyata tetap gagal dalam menangkap bagian tersebut yang pada akhirnya mendarat di laut dengan jarak beberapa ratus meter dari kapal yang disiapkan untuk menangkapnya.

Ini merupakan percobaan pertama dari perusahaan antariksa tersebut dalam menangkap nosecone, yang terbagi dua setelah mencapai luar angkasa dan jatuh kembali ke Bumi.

Satu hal yang menarik dari percobaan penangkapan fairing ini adalah kemunculan tokoh bernama Mr. Steven, yang ternyata merupakan sebuah tugboat atau kapal tunda.

Kapal ini yang berfungsi sebagai penyelamat dari nosecone tersebut. Untuk menangkapnya, Mr. Steven, yang diakui oleh Elon Musk hanya merupakan sembarang nama, dilengkapi dengan jaring berukuran besar yang terpasang pada pengait berbentuk cakar raksasa.

Salah satu alasan yang menjadi pertimbangan SpaceX untuk melakukan hal tersebut adalah biaya produksinya yang cukup mahal.

"Bayangkan kalian memiliki aset senilai USD 6 juta yang terjun bebas ke Bumi dan akan menghantam lautan. Kalian pasti akan mencoba untuk menyelamatkannya," ujar Elon Musk pada Maret 2017 lalu, seperti detikINET kutip dari The Verge, Jumat (23/2/2018).

Penghematan ini pun tercermin dari dua penundaan misi Falcon 9 kali ini disebabkan oleh pengecekan tambahan terhadap penutup bagian atas roket yang membutuhkan waktu lebih lama dari perkiraan.

Pengecekan itu sendiri dilakukan untuk memastikan bahwa fairing tersebut dapat digunakan kembali, sebagai salah satu usaha SpaceX dalam menekan biaya peluncuran roket.

Walau tidak terjadi kerusakan berarti baik bagi fairing tersebut maupun lingkungan di sekitar tempat jatuhnya, sebagaimana disebutkan oleh Elon Musk melalui sebuah unggahan di akun Instagram miliknya, belum ada keterangan resmi apakah penutup bagian atas roket ini dapat digunakan kembali begitu saja.atau tidak. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed