Ilmuwan Temukan Planet di Luar Galaksi Bima Sakti

Ilmuwan Temukan Planet di Luar Galaksi Bima Sakti

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Selasa, 06 Feb 2018 10:20 WIB
Ilustrasi. Foto: NASA
Jakarta - Untuk pertama kalinya dalam sejarah, manusia berhasil menemukan planet yang berada di luar galaksi Bima Sakti.

Para peneliti dari University of Oklahoma (OU) menerbitkan laporan studi berjudul Probing Planets in Extragalactic Galaxies Using Quasar Microlensing mengenai temuan istimewa mereka, yaitu planet pertama yang berhasil ditemukan di luar galaksi Bima Sakti.

Dalam laporan yang dipublikasi melalui Astrophysical Journal Letters tersebut, mereka menyebutkan bahwa planet yang jumlahnya diestimasi ribuan tersebut berada di antara Bulan dan Jupiter untuk ukuran massa yang dimilikinya.

Temuan ini membuat para peneliti semakin yakin bahwa Bima Sakti bukanlah satu-satunya galaksi yang memiliki planet di dalamnya.

"Kami sangat antusias pada temuan ini, mengingat untuk pertama kalinya planet ditemukan di luar galaksi Bima Sakti," ujar Xinyu Dai, Professor dari OU College of Arts and Sciences yang dikutip detikINET dari Futurism.

"Planet-planet kecil ini adalah kandidat terbaik untuk diobservasi menggunakan teknik microlensing. Kami akan menganalisisnya dengan membuat model dari data untuk mengetahui massa yang dimilikinya," ia menambahkan.

Microlensing merupakan sebuah teknik yang memanfaatkan efek astronomis saat medan gravitasi sebuah objek membelokkan cahaya yang datang ke arahnya, baik itu berasal dari bintang maupun quasar (inti galaksi).

Ketika objek antariksa ini berada di antara Bumi dan sumber cahaya tersebut, efek ini akan menghasilkan gambar yang dapat dideteksi keberadaannya.

Sebelum temuan ini muncul ke permukaan, seluruh objek yang ditemukan menggunakan microlensing hanya terbatas di dalam galaksi Bima Sakti.

Untuk mendukung penemuannya ini, tim tersebut menggunakan data Chandra X-ray Observatory milik NASA untuk memastikan apakah planet tersebut benar-benar berada di luar galaksi Bima Sakti.

"Ini menjadi contoh betapa hebatnya teknik microlensing dalam menganalisis kondisi di luar Bima Sakti," kata Eduardo Guerras, peneliti dari Program Postdoctoral OU.

"Galaksi ini berada sejauh 3,8 miliar tahun cahaya jauhnya. Meskipun teleskop terbaik pun tidak akan mampu mengobservasinya secara langsung, kami masih dapat mempelajarinya, mengungkap keberadaannya, dan mengetahui seberapa besar massa yang dimilikinya," pungkasnya. (fyk/fyk)