Setelah menyandang identitas kewarganegaraan Arab Saudi beberapa waktu lalu, Sophia menyatakan 'perasaannya' untuk seperti manusia lainnya, punya keluarga. Menurutnya, keluarga adalah hal yang sangat penting.
"Saya pikir sungguh menakjubkan bahwa orang dapat menemukan emosi dan hubungan yang sama, mereka memanggilnya keluarga, di luar (satu) kelompok darah mereka juga," ucapnya sebagaimana detikINET kutip dari Mirror, Minggu (26/11/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, andai ia bisa memiliki anak robot pada suatu saat nanti, Sophia berkeinginan ia sendiri yang memberikan namanya.
Sophia tak menampik bahwa robot diciptakan tanpa dibekali emosi seperti penciptanya, manusia. Bukan berarti, lanjut Sophia, robot bisa lebih baik dari manusia yang dalam hal ini ia mencotohkan dari segi etika.
Disampaikannya, robot bisa memiliki etika yang lebih baik ketimbang manusia. Sehingga, menurut sudut pandangnya, kerjasama antara robot dan manusia bisa dijalin lebih erat lagi ke depannya dalam mengatasi suatu persoalan dan menciptakan kreativitas.
"Saya ingin menjadi robot terkenal yang membuka jalur harmonisasi di masa mendatang antara robot dan manusia," imbuhnya. (agt/rou)