Rabu, 08 Nov 2017 09:30 WIB

Ilmuwan Klaim Punya Solusi Lawan Pemanasan Global

Muhammad Imron Rosyadi - detikInet
Ilustrasi. Foto: istimewa Ilustrasi. Foto: istimewa
Jakarta - Para peneliti mulai mempertimbangkan secara serius menjalankan rencana untuk melawan perubahan iklim. Rencana tersebut bertujuan mencegah efek-efek berbahaya, yang beberapa di antaranya sudah menimpa ekosistem di Bumi secara luas.

Untuk itu, nantinya para ilmuwan akan melepaskan sejumlah sulfat dalam bentuk aerosol menuju lapisan atmosfer. Diharapkan, zat tersebut dapat mengurangi paparan matahari dengan memantulkannya kembali. Secara teori, hal ini dapat mengurangi kadar perubahan iklim.

Tindakan tersebut dapat membantu untuk menghentikan beberapa efek dari pemanasan global, seperti pemutihan koral akibat suhu laut meningkat, hingga meningkatnya intensitas badai.

Menyikapi hal tersebut, James Crabbe dari University of Bedfordshire melakukan sebuah studi untuk mencari efek yang dapat ditimbulkan dari tindakan tersebut. Ia bersama tim menggunakan komputer untuk melakukan simulasi terhadap rencana tersebut.

"Dengan menyuntikkan sulfur dioksida ke atmosfer, suhu permukaan laut dapat menurun secara signifikan pada 2069," kata James.

Ia menambahkan, pemutihan koral dapat dicegah dengan menjaga suhu air laut tidak meningkat.

Selain itu, frekuensi badai juga akan berkurang sehingga memberikan waktu lebih bagi bebatuan karang untuk memulihkan dirinya dari terjangan bencana tersebut.

Meskipun begitu, Rob Bellamy dari University of Oxford mengatakan bahwa beberapa bahaya berpotensi besar untuk terjadi, seperti perubahan pola cuaca hingga hujan monsun secara regional.

"Bisa saja ketika belahan dunia lain menikmati manfaat rencana tersebut, daerah di sisi satunya justru harus menanggung efek negatifnya," ujarnya.

(yud/yud)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed