BioDynamic Signature (BDS), demikian nama teknologi tersebut, diciptakan oleh perusahaan asal Israel, IDesia dan diperkenalkan pada pameran IT terbesar di Asia, Computex 2010 yang tengah dihelat di Taipei.
BDS berfungsi menganalisa detak jantung dan memberikan saran apakah orang yang dianalisa detak jantungnya membutuhkan istirahat atau tidak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu, software yang telah dipasang di komputer akan menggabungkan informasi tersebut dengan rincian rekaman riwayat kesehatan pengguna, termasuk jenis kelamin dan umur, kemudian memperhitungkan beragam indikasi yang menunjukkan stres dan suasana hati yang tengah dialami si pengguna.
"Ini seperti pengujian dengan memanfaatkan sidik jari. Setiap orang memiliki sidik jari yang berbeda," kata ujar Vice President IDesia David Chang.
"Memahami suasana hati saat akan memulai aktivitas sangat penting," tambahnya.
Chang menyebutkan, teknologi ini akan segera diproduksi secara massal dan dipasarkan pada kuartal keempat.
(rns/ash)