Terobosan ini diungkapkan oleh Daizi Zheng, dari Central Saint Martins College of Art and Design, London, yang mengembangkan konsep ponsel bertenaga minuman ringan untuk Nokia.
Zheng melihat bahwa baterai ponsel konvensional mahal serta tidak ramah lingkungan. Oleh karena itu, ia mengembangkan bio baterai untuk menggantikan baterai konvensional sebagai sumber energi pada ponsel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zheng melanjutkan," Bio baterai adalah sebuah sumber energi yang ramah lingkungan, terbentuk dari karbohidrat (berasal dari gula) dan menggunakan enzim sebagai katalisator."
Sebagai sumber energi untuk ponsel, bio baterai hanya membutuhkan satu kemasan minuman bergula dan menghasilkan air serta oksigen ketika baterai mati.
'Nyawa' bio baterai ini dapat bertahan tiga hingga empat jam lebih lama daripada baterai lithium biasa, dan tentu saja lebih 'hijau'. (faw/fyk)