Prosesor tersebut dikembangkan oleh dua peneliti, Minsoung Rhee dan Mark Burns, dari University of Michigan, Ann Arbor. Seperti dikutip detikINET dari NewScientist, Selasa (8/9/2009), prosesor itu menggunakan katup dan tabung udara untuk bekerja.
Seperti umumnya sistem komputer, prosesor ini memanfaatkan sistem binear dalam bekerja. Setiap hisapan udara dari dalam tabung akan menghasilkan angka 0, sedangkan tiupan yang memasukkan udara kembali ke dalam tabung akan menghasilkan angka 1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski baru berhasil dikembangkan pada tingkat laboratorium, kedua peneliti menilai ada banyak potensi penerapan teknologi prosesor berbasis angin ini. Salah satunya adalah untuk perangkat yang digunakan pada daerah terpencil yang tidak memiliki listrik.
(wsh/wsh)