Begini Jadinya Jika Teknologi Modern Menjadi Artefak Ribuan Tahun
Pool - detikInet
Tautan telah disalin
Jakarta -
Seniman ini menyulap peta, playlist, alarm, dan aplikasi menjadi artefak kuno. Begini penampakan teknologi modern jika ditemukan ribuan tahun lagi.
Alarm pukul 05.30 hingga 06.35 terpahat di bongkahan batu. Ribuan tahun lagi, arkeolog mungkin menyimpulkan manusia zaman modern sangat sulit bangun pagi.Foto: Kleinian via Boredpanda
Aplikasi peta digital berubah menjadi artefak kuno yang seolah baru digali. Petunjuk βtetap di jalurβ masih terlihat meski permukaannya telah terkikis zaman.Foto: Kleinian via Boredpanda
Bagaimana jika playlist favorit ikut membatu? Karya ini mengabadikan tampilan aplikasi pemutar musik layaknya peninggalan peradaban masa lampau. Foto: Kleinian via Boredpanda
Prakiraan cuaca Paris tersimpan di sebongkah batu. Bisa jadi, inilah cara manusia masa depan mengetahui cuaca ekstrem yang pernah dihadapi leluhurnya. Foto: Kleinian via Boredpanda
Sebuah selfie terawetkan dalam bongkahan batu yang retak. Kelak, arkeolog mungkin bertanya-tanya mengapa manusia dahulu begitu gemar memotret dirinya sendiri. Foto: Kleinian via Boredpanda
Foto stok berisi pegawai kantoran yang mengacungkan jempol turut menjadi βfosilβ. Bahkan watermark iStock masih bertahan sebagai jejak budaya digital manusia modern. Foto: Kleinian via Boredpanda
Desktop komputer yang penuh folder berubah menjadi lempengan batu. Dari tampilannya, kebiasaan menumpuk file rupanya layak diwariskan hingga ribuan tahun. Foto: Kleinian via Boredpanda
Percakapan dengan ChatGPT menjelma prasasti panjang. Bukan tulisan kerajaan kuno, isinya justru jejak manusia yang pernah berbincang dengan kecerdasan buatan. Foto: Kleinian via Boredpanda
Meme yang biasa berseliweran di internet kini tampak seperti lukisan gua. Apakah generasi masa depan mampu memahami lelucon manusia zaman sekarang? Foto: Kleinian via Boredpanda
Potongan adegan video game terukir di atas batu. Artefak ini seolah menjadi bukti bahwa manusia modern pernah menghabiskan banyak waktu di dunia virtual. Foto: Kleinian via Boredpanda