Samsung Galaxy Z Fold 8 membawa perubahan besar pada desain HP layar lipat. Bodinya kini lebih pendek dan lebar menyerupai paspor, dengan bobot hanya 201 gram.
Setelah sebulan digunakan, perubahan bentuk ini ternyata bukan sekadar penyegaran penampilan, tetapi memberikan pengalaman yang berbeda dalam aktivitas sehari-hari. Salah satu perubahan paling terasa adalah layar cover yang lebih lebar.
Membalas pesan, menjelajahi internet, hingga membaca ebook kini lebih nyaman tanpa harus sering membuka perangkat. Ketika dibuka, Galaxy Z Fold 8 berubah menjadi tablet mini yang ideal untuk membaca, bekerja, dan menikmati hiburan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Galaxy Z Fold 8 bukan tanpa kompromi. Samsung menghilangkan dukungan Flex Mode dan S Pen, sementara sektor kamera tidak dilengkapi telephoto khusus.
Lantas, apakah desain baru ini membuat Galaxy Z Fold 8 semakin menarik untuk dimiliki? Berikut review detikINET berdasarkan pengalaman penggunaan selama sebulan.
Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy Z Fold 8
Berikut kelebihan dan kekurangan Galaxy Z Fold 8 selama pemakaian sebulan:
Kelebihan:
- Desain menyerupai paspor yang ringkas dengan bobot 201 gram.
- Layar cover lebih lebar, nyaman untuk membaca ebook dan aktivitas sehari-hari.
- Layar utama 7,6 inci ideal untuk multitasking dan membaca dua halaman buku.
- Performa Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy yang kencang.
- Baterai 4.800 mAh dengan pengisian cepat 45W.
- Kamera ultrawide 50 MP dan fleksibilitas fotografi dua layar.
Kekurangan:
- Tidak dilengkapi kamera telephoto khusus.
- Tidak mendukung S Pen dan Flex Mode.
Galaxy Z Fold 8 Foto: Adi FR/detikINET |
Spesifikasi Samsung Galaxy Z Fold 8
| Layar Utama | Dynamic AMOLED 2X 7,6 inci, rasio 4:3, refresh rate 120Hz |
| Layar Cover | 5,5 inci, rasio 16:10, refresh rate 120Hz |
| Kecerahan Layar | Hingga 3.000 nits |
| Chipset | Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy |
| RAM | 12 GB |
| Kamera Belakang | 50 MP (utama) + 50 MP (ultrawide) |
| Kamera Depan | 10 MP (layar cover) + 10 MP (layar utama) |
| Baterai | 4.800 mAh, silicon-carbon |
| Pengisian Daya | 45W kabel, 20W nirkabel |
| Sistem Operasi | Android 17, One UI 9 |
| Dimensi Dilipat | 123,9 x 81,9 x 9,7 mm |
| Ketebalan Dibuka | 4,5 mm |
| Bobot | 201 gram |
| Ketahanan Air dan Debu | IP48 |
| Fitur Unggulan | Galaxy AI, Now Nudge, My FanCam, Photo Assist, multitasking hingga 3 aplikasi |
| Dukungan S Pen | Tidak tersedia |
Harga Samsung Galaxy Z Fold8 di Indonesia
Harga resmi Samsung Galaxy Z Fold 8 di Indonesia mulai dari Rp28.499.000 hingga Rp40.499.000 tergantung kapasitas memori:
- Galaxy Z Fold 8 (12 GB / 256 GB): Rp28.499.000
- Galaxy Z Fold 8 (12 GB / 512 GB): Rp32.499.000
- Galaxy Z Fold 8 (16 GB / 1 TB): Rp40.499.000
Galaxy Z Fold 8 Foto: Adi FR/detikINET |
Desain: Bentuk Paspor Mengubah Cara Pakai
Inilah salah satu daya tarik terbesar Galaxy Z Fold 8. Samsung meninggalkan desain memanjang yang selama bertahun-tahun menjadi ciri khas Galaxy Z Fold, menggantinya dengan bentuk lebih pendek dan lebar.
Saat dilipat, Galaxy Z Fold 8 memiliki dimensi 123,9 x 81,9 x 9,7 mm. Ketika dibuka, ketebalannya hanya 4,5 mm. Bobotnya pun tergolong ringan untuk perangkat yang menyatukan smartphone dan tablet, yakni 201 gram.
Bentuk barunya mengingatkan pada paspor. Sekilas terlihat tidak biasa, terutama bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan smartphone berdesain panjang. Namun, justru di sinilah keunikannya.
Galaxy Z Fold8 Foto: Adi FR/detikINET |
Ketika digenggam dengan satu tangan, Galaxy Z Fold 8 terasa lebih ringkas secara vertikal. Jempol lebih mudah menjangkau bagian atas layar tanpa harus terlalu sering mengubah posisi tangan. Bodi yang lebih lebar juga memberikan ruang lebih lega saat mengetik menggunakan dua jempol.
Perubahan ini terasa ketika membalas WhatsApp, membaca email, menjelajahi media sosial, atau membuka situs detikcom. Kami tidak lagi merasa harus buru-buru membuka layar utama hanya untuk mendapatkan tampilan yang nyaman.
Meski begitu, bodi yang lebar tetap membutuhkan penyesuaian. Pengguna dengan telapak tangan kecil mungkin lebih sulit menjangkau sisi berlawanan layar ketika mengoperasikannya dengan satu tangan.
Galaxy Z Fold 8 saat digenggam Foto: Fino Yurio Kristo/detikinet |
Hal menarik lainnya adalah sensasi ketika membuka perangkat. Galaxy Z Fold 8 terasa seperti membuka buku kecil yang kemudian berubah menjadi tablet mini. Transisi antara kedua mode penggunaan inilah yang memberikan karakter tersendiri dibandingkan smartphone konvensional.
Samsung turut memperkuat struktur layar lipat dengan material berbasis titanium. Perangkat ini juga mengantongi sertifikasi IP48 untuk ketahanan terhadap air dan benda padat berukuran tertentu, meski belum menawarkan perlindungan debu setara IP68.
Ada satu kompromi penting dari perubahan desain ini. Galaxy Z Fold 8 tidak lagi mendukung Flex Mode seperti model Fold sebelumnya. Artinya, pengguna kehilangan fleksibilitas untuk memanfaatkan posisi setengah terlipat sebagai penyangga layar dalam sejumlah aktivitas.
Meski begitu, kami masih bisa memanfaatkan tent mode, yakni memosisikan Galaxy Z Fold 8 menyerupai tenda dengan kedua sisi perangkat sebagai penopang. Posisi ini memungkinkan pengguna menonton video tanpa harus terus memegang ponsel atau menggunakan penyangga tambahan.
Galaxy Z Fold 8 dengan tent mode untuk menonton Foto: Adi FR/detikINET |
Layar: Rasio Baru Bikin Nyaman Membaca Ebook
Samsung membekali Galaxy Z Fold 8 dengan layar cover berukuran 5,5 inch berasio 16:10 dan layar utama Dynamic AMOLED 2X seluas 7,6 inch berasio 4:3. Kombinasi ini menghadirkan pengalaman berbeda dibandingkan Galaxy Z Fold generasi sebelumnya, terutama ketika membaca buku digital.
Di atas kertas, layar cover 5,5 inch mungkin terdengar kecil dibandingkan smartphone masa kini yang rata-rata memiliki layar di atas 6 inch. Namun, berkat rasio yang lebih lebar, layar luar Galaxy Z Fold 8 justru terasa lega dan nyaman digunakan.
Mengetik lebih nyaman dengan Galaxy Z Fold 8. Foto: Adi FR/detikINET |
Selama pengujian, kami malah lebih sering menggunakan layar cover ketimbang layar utama. Mulai dari membalas WhatsApp, membaca email, menjelajahi media sosial, hingga mencari informasi melalui browser, semuanya terasa nyaman dilakukan tanpa harus membuka ponsel.
Salah satu pengalaman yang paling kami sukai adalah membaca buku digital atau ebook. Kami mencobanya menggunakan aplikasi Google Play Books dan Gramedia Digital. Hasilnya cukup menyenangkan.
Berkat rasio layar yang lebih lebar, tampilan halaman buku terasa lebih proporsional. Ukuran huruf yang ditampilkan kedua aplikasi juga tidak terlalu kecil, sehingga teks tetap nyaman dibaca tanpa harus terus-menerus memperbesar font.
Membaca di layar cover Galaxy Z Fold 8 Foto: Adi FR/detikINET |
Pengalaman ini sangat terasa ketika commuting atau dalam perjalanan menuju kantor atau tempat liputan menggunakan transportasi umum. Kami bisa membaca ebook sambil memegang Galaxy Z Fold 8 layaknya smartphone biasa.
Ukurannya yang ringkas juga membuat aktivitas membaca tidak terlalu mencolok di tengah keramaian. Kami tidak perlu membuka perangkat menjadi tablet kecil hanya untuk menikmati beberapa halaman buku selama perjalanan.
Namun, ketika ingin membaca dengan lebih leluasa, layar utama 7,6 inch menawarkan pengalaman yang jauh lebih menyenangkan.
Membaca di layar utama Galaxy Z Fold 8 Foto: Adi FR/detikINET |
Dalam posisi portrait, satu halaman buku dapat ditampilkan dengan ukuran lebih besar. Teks terasa lebih lega dan nyaman dipandang, sehingga cocok untuk menikmati bacaan dalam waktu lama.
Pengalaman semakin menarik ketika Galaxy Z Fold 8 diputar ke posisi landscape. Pada aplikasi dan buku yang mendukung tampilan dua halaman, layar utama bisa menampilkan halaman kiri dan kanan secara berdampingan.
Galaxy Z Fold 8 menghadirkan pengalaman membaca seperti buku sungguhan Foto: Adi FR/detikINET |
Sensasinya benar-benar seperti membuka buku fisik. Kita bisa melihat dua halaman sekaligus, lengkap dengan pengalaman membalik halaman yang terasa lebih natural.
Bagi kami, inilah salah satu keunggulan paling menarik dari desain baru Galaxy Z Fold 8. Layar cover nyaman untuk membaca secara praktis saat bepergian, sementara layar utama memberikan pengalaman lebih imersif ketika memiliki waktu luang.
Di luar aktivitas membaca, layar utama menjadi andalan ketika kami perlu membuka dokumen berukuran besar. File PDF, presentasi, hingga dokumen pekerjaan terasa lebih mudah diperiksa berkat ruang tampilan yang luas.
Begitu pula untuk multitasking. Kami bisa membuka browser di satu sisi sambil mencatat informasi di sisi lainnya. Galaxy Z Fold 8 bahkan memungkinkan hingga tiga aplikasi berjalan dalam tampilan terbagi, sehingga pekerjaan bisa diselesaikan tanpa harus terus berpindah aplikasi.
Galaxy Z Fold 8 bisa buka tiga aplikasi sekaligus Foto: Adi FR/detikINET |
Untuk menikmati hiburan, rasio 4:3 memberikan kelebihan sekaligus kompromi. Konten dengan rasio serupa dapat memanfaatkan layar secara optimal, tetapi film berformat widescreen masih menyisakan bilah hitam di bagian atas dan bawah.
Dari sisi kualitas, kedua layar menawarkan refresh rate adaptif hingga 120Hz sehingga scrolling terasa mulus. Tingkat kecerahan puncak mencapai 3.000 nits, sementara lapisan antireflektif membantu mengurangi pantulan cahaya ketika digunakan di luar ruangan.
Bekas lipatan di tengah layar utama masih terlihat pada sudut tertentu, tetapi tidak terlalu mengganggu ketika membaca buku, membuka dokumen, maupun menonton video.
Bekas lipatan di tengah layar utama Galaxy Z Fold 8 minim terlihat Foto: Adi FR/detikINET |
Pada akhirnya, perubahan rasio layar menjadi salah satu peningkatan paling berarti pada Galaxy Z Fold 8. Layar cover kini nyaman digunakan untuk sebagian besar aktivitas, sementara layar utama menawarkan ruang lebih luas ketika dibutuhkan.
Kedua layar terasa memiliki peran yang sama penting, bukan sekadar layar kecil untuk penggunaan singkat dan layar besar untuk aktivitas utama.
Performa: Kencang untuk Gaming dan Multitasking
Galaxy Z Fold 8 ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy yang dipadukan RAM 12 GB. Chipset kelas flagship ini memberikan performa kencang untuk menjalankan berbagai aplikasi, termasuk game berat.
Dalam pengujian benchmark Geekbench 6, Galaxy Z Fold 8 mencatat skor sekitar 3.592 untuk single-core dan 10.765 untuk multi-core. Sementara AnTuTu menembus 3.127.273 poin.
Hasil benchmark Galaxy Z Fold 8 Foto: Adi FR/detikINET |
Untuk penggunaan sehari-hari, perpindahan aplikasi berlangsung mulus. Menjalankan game seperti Delta Force juga tidak menjadi persoalan berarti, meski bodi terasa hangat ketika digunakan untuk beban berat dalam waktu lama.
Namun, daya tarik performa Galaxy Z Fold 8 bukan sekadar seberapa cepat chipset bekerja, melainkan bagaimana tenaga tersebut dimanfaatkan bersama layar lipatnya.
Misalnya ketika menyusun rencana perjalanan. Kami bisa membuka Google Maps, mencari informasi hotel melalui browser, dan membalas percakapan WhatsApp tanpa harus terus berpindah aplikasi.
Ketiga aplikasi tersebut dapat ditampilkan secara bersamaan pada layar utama. Pengalaman seperti ini membuat Galaxy Z Fold 8 lebih mendekati tablet produktivitas ketimbang smartphone konvensional.
Samsung membekalinya dengan One UI 9 berbasis Android 17. Antarmuka ini menyediakan berbagai fitur multitasking, termasuk split-screen dan floating window.
Galaxy Z Fold 8 Foto: Adi FR/detikINET |
Ada pula Galaxy AI yang semakin terasa relevan dengan desain baru perangkat. Salah satunya Now Nudge, yang dapat memberikan saran tindakan berdasarkan konteks aktivitas pengguna.
Misalnya, ketika menerima pesan berisi ajakan makan malam, sistem dapat menawarkan akses ke kalender dalam tampilan split-screen. Fitur tersebut membantu mengurangi kebutuhan berpindah aplikasi secara manual.
Meski demikian, belum semua aplikasi pihak ketiga dioptimalkan untuk rasio layar Galaxy Z Fold 8. Beberapa aplikasi masih menampilkan ruang kosong atau tata letak yang kurang ideal.
Ketiadaan dukungan S Pen juga cukup disayangkan. Layar seluas ini sebenarnya berpotensi menjadi perangkat menarik untuk mencatat, menggambar, dan mengedit dokumen menggunakan stylus.
Baterai: Lebih Awet, Pengisian Makin Cepat
Samsung menyematkan baterai berkapasitas 4.800 mAh pada Galaxy Z Fold 8. Kapasitas ini meningkat dibandingkan Galaxy Z Fold7 yang menggunakan baterai 4.400 mAh.
Peningkatan tersebut didukung teknologi baterai silicon-carbon yang memungkinkan kapasitas lebih besar tanpa membuat perangkat menjadi terlalu tebal.
Dalam pengujian melalui jaringan 5G untuk membalas pesan, membuka media sosial, membaca artikel, sesekali memotret dan bermain game, Galaxy Z Fold 8 mampu bertahan seharian.
Pemakaian layar luar yang lebih sering juga dapat membantu menghemat daya. Sebaliknya, aktivitas berat seperti bermain game di layar utama, merekam video, dan menjalankan banyak aplikasi secara bersamaan akan menguras baterai lebih cepat.
Untuk melengkapi pengujian, kami juga menjalankan PCMark Work 3.1 Battery Life. Hasilnya menunjukkan daya tahan 21 jam 11 menit.
Benchmark baterai Galaxy Z Fold 8 Foto: Adi FR/detikINET |
Perlu dicatat, kedua hasil tersebut diperoleh melalui metode pengujian yang berbeda. Daya tahan sekitar 13 jam mencerminkan penggunaan sehari-hari dengan berbagai aktivitas dengan koneksi 5G, sedangkan angka 21 jam 11 menit berasal dari pengujian PCMark Work 3.1 Battery Life yang menjalankan simulasi aktivitas secara otomatis dalam kondisi terkontrol.
Karena itu, hasil PCMark Work 3.1 Battery Life tidak berarti Galaxy Z Fold 8 mampu bertahan selama 21 jam dalam penggunaan nyata. Namun, kedua pengujian tersebut memberikan gambaran bahwa baterainya cukup tangguh untuk menunjang aktivitas harian.
Soal charging, Galaxy Z Fold 8 mendukung pengisian daya kabel 45W, meningkat dari 25W pada generasi sebelumnya. Dalam pengujian menggunakan pengisi daya yang sesuai, kapasitas baterai dapat mencapai sekitar 70% setelah 30 menit. Pengisian daya nirkabel juga meningkat menjadi 20W.
Secara keseluruhan, daya tahan Galaxy Z Fold 8 tergolong solid, meski belum mengungguli seluruh pesaingnya yang menawarkan baterai lebih besar. Nilai tambahnya terletak pada keseimbangan antara kapasitas baterai, bobot ringan, dan desain ringkas.
Kamera: Dua Layar Jadi Nilai Tambah
Galaxy Z Fold 8 dibekali dua kamera belakang, masing-masing kamera utama 50 MP dan ultrawide 50 MP. Samsung juga menyematkan kamera selfie 10 MP pada layar luar dan kamera 10 MP pada layar utama.
Hasil foto kamera utamanya tergolong memuaskan, terutama dalam kondisi pencahayaan cukup. Detail terlihat tajam, rentang dinamis luas, dan warna tampil menarik dengan karakter khas Samsung.
Galaxy Z Fold 8 Foto: Adi FR/detikINET |
Galaxy Z Fold 8 Foto: Adi FR/detikINET |
Galaxy Z Fold 8 Foto: Adi FR/detikINET |
Kamera ultrawide 50 MP menjadi salah satu peningkatan penting. Resolusinya jauh lebih tinggi dibandingkan kamera ultrawide 12 MP pada Galaxy Z Fold 7, sehingga hasil foto pemandangan maupun arsitektur mampu mempertahankan lebih banyak detail.
Hasil ultrawide Galaxy Z Fold 8 Foto: Adi FR/detikINET |
Kemampuan fotografi malam juga mengalami peningkatan. Foto dalam kondisi minim cahaya terlihat lebih terang dengan detail yang relatif terjaga.
Hasil foto malam Galaxy Z Fold 8 Foto: Adi FR/detikINET |
Hasil foto malam Galaxy Z Fold 8 Foto: Adi FR/detikINET |
Namun, Galaxy Z Fold 8 tidak dilengkapi kamera telephoto khusus. Perangkat ini mengandalkan zoom digital hingga 10x, yang kualitasnya mulai menurun pada tingkat pembesaran tinggi.
Galaxy Z Fold 8 1x vs 4x Foto: Adi FR/detikINET |
Tidak adanya kamera telephoto terasa sebagai kompromi cukup besar untuk smartphone lipat premium, terutama bagi pengguna yang gemar memotret objek dari jarak jauh.
Kendati demikian, Galaxy Z Fold 8 menawarkan keunggulan fotografi yang tidak dimiliki kebanyakan smartphone biasa, yakni fleksibilitas penggunaan dua layar.
Ketika memotret seseorang, layar luar dapat dimanfaatkan sebagai pratinjau sehingga subjek bisa melihat pose dan komposisi fotonya sendiri.
Fitur ini berguna untuk mengambil foto bersama teman atau keluarga. Orang yang difoto tidak perlu terus menebak bagaimana penampilannya di depan kamera.
Layar luar juga bisa digunakan untuk mengambil selfie menggunakan kamera utama 50 MP. Hasilnya berpotensi lebih baik dibandingkan kamera selfie biasa karena memanfaatkan sensor kamera belakang.
Setelah foto diambil, pengguna cukup membuka perangkat untuk melihat hasilnya pada layar 7,6 inch. Proses memilih foto, memperbesar detail, mengatur komposisi, dan mengedit gambar terasa lebih nyaman berkat ruang kerja yang luas.
Fitur MyFan Cam Foto: Adi FR/detikINET |
Fitur menarik lainnya adalah My FanCam. Teknologi ini memungkinkan pengguna memilih seseorang dalam video, kemudian AI mengikuti pergerakan subjek tersebut dan menyesuaikan komposisi gambar.
Fitur ini berguna ketika merekam konser, pertandingan olahraga, atau aktivitas anak. Video horizontal bisa diolah menjadi konten vertikal yang lebih cocok untuk media sosial.
Tidak ketinggalan Photo Assist yang juga mendapat manfaat dari layar utama yang lebar. Pengguna bisa membandingkan foto sebelum dan sesudah diedit secara berdampingan, sehingga perubahan yang dilakukan AI lebih mudah diperiksa.
Dengan demikian, keunggulan kamera Galaxy Z Fold 8 bukan hanya pada kualitas gambar, tetapi juga pengalaman memotret dan mengolah konten yang lebih fleksibel.
Galaxy Z Fold 8 Foto: Adi FR/detikINET |
Opini detikINET: Apakah Galaxy Z Fold 8 Layak Dibeli?
Samsung Galaxy Z Fold 8 menghadirkan perubahan desain yang bukan sekadar penyegaran tampilan. Setelah sebulan menggunakannya, kami merasakan bentuk menyerupai paspor memberikan manfaat nyata, terutama pada kenyamanan layar cover untuk aktivitas sehari-hari.
Kami justru lebih sering menggunakan layar luar untuk membalas pesan, menjelajahi internet, hingga membaca ebook saat commuting. Ketika membutuhkan ruang lebih luas, layar utama 7,6 inch menawarkan pengalaman seperti tablet mini, mulai dari membaca dua halaman buku sekaligus hingga membuka dokumen dan multitasking.
Performa Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy juga memuaskan. Berbagai aplikasi berjalan mulus, Galaxy AI semakin berguna, sementara baterai mampu menemani aktivitas seharian dengan dukungan pengisian cepat 45W.
Galaxy Z Fold 8 Foto: Adi FR/detikINET |
Meski demikian, Galaxy Z Fold 8 masih memiliki sejumlah kompromi. Absennya kamera telephoto, dukungan S Pen, dan Flex Mode cukup disayangkan. Belum semua aplikasi juga dioptimalkan untuk rasio layar barunya.
Menurut kami, Galaxy Z Fold 8 cocok bagi pengguna yang menginginkan smartphone ringkas untuk komunikasi sehari-hari, tetapi tetap membutuhkan layar luas untuk membaca, bekerja, dan menikmati hiburan.
Pada akhirnya, keunggulan terbesar Galaxy Z Fold 8 bukan sekadar spesifikasi yang lebih tinggi, melainkan desain baru yang membuat konsep smartphone sekaligus tablet terasa semakin praktis untuk digunakan setiap hari.
Apakah Samsung Galaxy Z Fold 8 layak dibeli? Berdasarkan pengujian detikINET, dengan harga mulai Rp28.499.000, Galaxy Z Fold 8 lebih cocok bagi pengguna yang benar-benar membutuhkan fleksibilitas layar lipat untuk produktivitas dan hiburan, bukan sekadar menginginkan smartphone dengan spesifikasi tinggi.
(afr/afr)

























