Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pro Player Dota 2 Ngaku Digerebek Polisi, Bebaskan Diri Pakai 32 Kill

Pro Player Dota 2 Ngaku Digerebek Polisi, Bebaskan Diri Pakai 32 Kill


Anggoro Suryo Jati - detikInet

Dota 2 221 Miliar
Ilustrasi Dota 2. Foto: Reuters
Jakarta -

Pengalaman unik sekaligus nyeleneh dialami oleh atlet esports Dota 2 profesional asal Thailand, Nuengnara "23savage" Teeramahanon.

Carry dari tim Xipto Esports ini mengklaim berhasil membebaskan timnya dari tuduhan kepolisian Malaysia setelah mencetak 32 kill dalam satu pertandingan Dota 2 di depan para petugas yang menggerebek mereka.

Digerebek di Kuala Lumpur

Lewat unggahan di akun Facebook pribadinya, 23savage menceritakan bahwa markas latihan (boot camp) timnya di Kuala Lumpur, Malaysia, mendadak digerebek oleh pihak kepolisian. Ia bersama rekan satu timnya, Fbz dan Oli, sempat diborgol dan diinterogasi terkait keberadaan serta aktivitas mereka di kota tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Maklum, orang asing dengan perangkat teknologi bisa dikhawatirkan jaringan penjahat siber, pelaku scamming atau judi online. Petugas sempat meragukan pengakuan mereka sebagai pro player game profesional. Namun, situasi mulai melunak ketika salah satu petugas yang mengenali game Dota 2 memeriksa akun Instagram milik 23savage. Foto dirinya bersama influencer kondang asal Malaysia, Ms. Puiyi, menjadi salah satu bukti awal yang membuat petugas melepas borgol mereka.

Main Dota 2 di Depan Polisi, Cetak 32 Kill

Guna membuktikan secara mutlak bahwa dirinya adalah atlet esports profesional, 23savage langsung membuka game Dota 2 dan memainkan satu pertandingan penuh di hadapan para polisi yang mengawasi.

Menggunakan hero Kez dan bertindak sebagai hard-carry, 23savage tampil mendominasi hingga meraup 32 kill. Performa impresif tersebut akhirnya meyakinkan para petugas bahwa mereka memang pemain profesional. Uniknya, 23savage juga menyebutkan bahwa petugas sempat membawa dua toples Nutella sebelum pergi meninggalkan boot camp.

Menuai Keraguan Komunitas Esports

Kisah dramatis ini memicu beragam reaksi di media sosial. Banyak komunitas game di Facebook dan Reddit meragukan kebenaran cerita tersebut dan menganggap 23savage sekadar melontarkan lelucon. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi independen maupun laporan resmi dari pihak kepolisian Malaysia terkait insiden penggerebekan itu.

Meski diterpa rumor aneh, performa Xipto Esports--yang juga diperkuat oleh pemain asal Indonesia seperti inYourdreaM dan Fbz--tetap gemilang di kancah kompetitif. Mereka baru saja menjuarai turnamen EPL World Series: Southeast Asia Season 18 dan kini tengah berlaga memperebutkan tiket menuju DreamLeague Season 30, demikian dikutip detikINET dari IGN, Senin (19/10/2026).



(asj/fay)




Hide Ads