Hitachi Data System
Hitachi Kenalkan Storage Langsung Colok
- detikInet
Jakarta -
Hitachi Data System memperkenalkan Hitachi Simple Modular Storage (HSMS) Model 100 di Indonesia. Sistem ini diklaim tinggal colok dan pakai, sehingga cocok untuk Usaha Kecil Menengah.Produk itu diperkenalkan dalam launching yang digelar di Hotel JW Marriot, Jakarta, Kamis (25/10/2007). Produk penyimpanan itu dinilai cocok untuk perusahaan kelas menengah dan kecil (UKM) yang mulai membutuhkan sistem penyimpanan data.Ravi Rajendran, General Manager Hitachi Data System (HDS)untuk kawasan ASEAN, mengatakan HDS ingin memperkenalkan sebuah produk yang mudah digunakan seperti produk elektronik untuk konsumen. "Bahkan pelanggan bisa langsung memasang, atau melakukan upgrade produk ini sendiri, tanpa IT Support," ujarnya kepada wartawan.Selain untuk UKM, produk ini menurut Ravi juga ditargetkan pada kantor cabang perusahaan besar yang membutuhkan storage dengan perawatan minimal. Untuk skala penyimpanan hingga 9 terabyte, ujarnya, produk ini bisa digunakan tanpa memerlukan support khusus.Produk dengan kisaran harga mulai dari US$ 5.000 ini dikatakan Ravi bisa langsung dicolokkan pada sistem yang ada dan segera digunakan. Ravi menjelaskan produk ini mendukung semua sistem operasi utama yang umum digunakan, mulai dari Microsoft Windows hingga Linux.Menurut Ravi, upaya HDS menembus pasar UKM memang dilakukan karena pasar ini sangat potensial. "Kami tidak bisa mengacuhkannya begitu saja," tukasnya.Namun, ia melanjutkan, hal itu bukan berarti HDS tak lagi mengincar sektor menengah dan atas. "Kami masih dan tetap tak kehilangan fokus untuk sektor tersebut, kami pun belum lama ini mengeluarkan produk untuk itu," ia menjelaskan.Menurut Edwin Lim, Country Manager HDS Indonesia, HSMS Model 100 memiliki fitur migrasi otomatis. "Fitur ini sedang dalam proses dipatenkan, jika dikabulkan ini artinya kami akan menjadi satu-satunya yang memiliki fitur migrasi otomatis untuk lini produk ini," ia menjelaskan.Di Indonesia, lanjut Edwin, HSMS Model 100 sudah bisa mulai dipesan pada pertengahan November. Ia pun optimis produk ini akan diterima oleh kalangan UKM meskipun harganya yang US$ 5.000 jika dirupiahkan mencapai Rp 45 juta.UKM dalam definisi HDS, ujar Ravi, adalah perusahaan dengan jumlah karyawan 999 ke bawah. Namun HDS tidak mengikutkan bisnis yang dijalankan dari rumah.
(wsh/ash)