Menjajal Huawei P40 Pro Plus, Flagship yang Cantik

Hands On

Menjajal Huawei P40 Pro Plus, Flagship yang Cantik

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 16 Jun 2020 07:02 WIB
Huawei P40 Pro Plus
Huawei P40 Pro Plus. Foto: Fyk
Jakarta -

Huawei P40 Pro Plus merupakan model tertinggi di antara varian smartphone flagship Huawei saat ini. Smartphone ini telah dijual di Indonesia bersama dengan dua 'saudaranya', Huawei P40 dan Huawei P40 Pro.

Desainnya cantik, solid dan berkelas, bentuk identik dengan Huawei P40 Pro. Bagian layarnya yang penuh, membuatnya nyaris tanpa bezel, melengkung di keempat sisi termasuk di atas dan bawah. Dua buah kamera depan duduk manis di bagian kiri atas.

Rangka smartphone ini terbuat dari alumunium sementara sisi belakangnya dari keramik. Modul kamera belakang berbentuk persegi panjang ada di sebelah kiri atas. Walau bobotnya terasa agak berat, handset ini terpegang sempurna dengan satu tangan.

Huawei P40 Pro PlusHuawei P40 Pro Plus Foto: Fyk

Sisi kanan ada tombol volume dan power, sisi kiri bersih dan bagian bawah ada speaker, slot kartu SIM serta colokan USB Type C. Sudah tidak ada colokan headphone standar 3,5 mm yang belakangan memang kian ditinggalkan di segmen ponsel high end.

Layar P40 Pro Plus cemerlang dan tajam khas AMOLED. Luasnya 6,58 inch dengan resolusi Full HD+ 2.640 x 1.200 pixel. Layar ini dibekali refresh rate 90 Hz dan ada pemindai sidik jari tertanam di dalamnya.

Secara spesifikasi, sudah tentu Huawei membenamkan kemampuan tinggi di flagship ini. Prosesornya Kirin 990 5G, RAM 8 GB dan storage internal lapang 512 GB. Khas smartphone papan atas masa kini, pengoperasiannya pun amat lancar tanpa kendala.

Handset ini menjalankan Android 10 dan user interface EMUI 10 yang mudah digunakan serta desainnya elegan. Namun karena masih disanksi tidak boleh menggunakan teknologi Amerika Serikat, tidak ada aplikasi Google termasuk Play Store.

Dengan demikian, App Gallery dari Huawei menjadi andalan untuk mencari aplikasi. Belakangan jumlah aplikasinya semakin lengkap termasuk yang penting. Pengguna juga bisa mengakali akses ke layanan Google atau aplikasi lain, misalnya membuat shortcut versi web.

Handset ini baterainya 4.200 mAh dan dibekali isi ulang super cepat 40W, bisa penuh kurang dari sejam. Ia dapat bertahan hidup seharian, bahkan lebih.

Seperti diketahui, P40 Pro Plus punya kamera top yang dibuat bekerja sama dengan Leica. Kamera belakangnya 50 MP Ultra Vision (f/1.9, wide), 8 MP (f/2.4, periscope telephoto 10x optical zoom), 8 MP (f/2.4, telephoto 3x optical zoom), 40 MP (f/2.2, ultrawide) Leica optics, dan kamera TOF 3D. Lalu kamera depan 32 MP (f/2.2, wide) dan IR TOF 3D.

Salah satu keunggulannya, P40 Pro Plus punya optical zoom 10x dengan hasil memuaskan. Untuk digital zoom dapat sampai 100 kali meskipun hasilnya tentu tidak detail. Berikut beberapa hasil jepretannya.

Huawei P40 Pro PlusFoto makro. Foto: Fyk
Huawei P40 Pro Plus10x Zoom tetap oke. Foto: Fyk
Huawei P40 Pro PlusFoto bangunan tinggi 100x Zoom. Foto: Fyk
Huawei P40 Pro PlusMode malam yang ciamik. Foto: Fyk


Dalam kesan pertama menjajal Huawei P40 Pro Plus, handset ini terlihat menjanjikan dengan desain mewahnya, performa bagus serta kamera sangat unggul. Ketiadaan layanan Google memang menyulitkan, tapi bisa diakali atau dengan membiasakan diri. Di Indonesia, P40 Pro Plus telah dipasarkan dan banderolnya Rp 18.499.000.



Simak Video "Android Tanpa Google, Huawei Seri P40 Bisa Ngapain Aja?"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/afr)