Rabu, 21 Agu 2019 06:40 WIB

Review

Seminggu Bersama Samsung Note 10+, Ada Plus dan Minusnya

Ahmad Masaul Khoiri - detikInet
Foto: Adi Fida Rahman/detikINET Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta - Samsung resmi merilis Galaxy Note 10 dan Galaxy Note 10+ awal Agustus lalu di New York, Amerika Serikat. Sejumlah perubahan dibawa ponsel ini.

Beruntung sebelum hadir di Indonesia, saya berkesempatan menjajal ponsel ini. Galaxy Note 10+ menjadi daily driver saya yang baru, sementara Galaxy Note 9 yang saya gunakan nyaris setahun sementara diistirahatkan dulu.


Ya walaupun hanya seminggu menggunakannya, saya menemukan sejumlah kelebihan sekaligus kekurangan di ponsel ini. Apa saja? Berikut ulasan singkatnya.

Kelebihan Galaxy Note 10+

Hal yang bikin saya langsung takjub pada ponsel ini ada di pengisian baterai. Samsung Note 10+ dibekali charger 25W dalam boks penjualan, dan hasilnya sangat memuaskan.

Pengisian stabil dari baterai rendah sampai 100%, lama pengisiannya hanya satu jam saja. Wah nggak kebayang kalau pakai kepala charger 45W yang memang didukung oleh ponsel ini, katanya sih bisa 30 menit saja.

Sebagai pengguna Note, fitur pengisian cepat ini menyenangkan. Saya rasa ini sebuah pembaruan bearti dari Samsung pada Note 10+.

Seminggu Bersama Samsung Note 10+, Ada Plus dan MinusnyaFoto: Adi Fida Rahman/detikINET
Upgrade Samsung Note 10+ selanjutnya ada di bagian kamera. Ya, ada penambahan fitur baru dan tentunya tambah dua lensa lagi, ultrawide dan ToF.

Lalu apa fitur baru dalam kamera utama Samsung Note 10+, adalah Live Focus dengan penambahan beberapa efek, Video dengan Super Steady, Live Focus Video, mode untuk pengambilan foto makanan dan mode Instagram. Ada satu lagi yang belum tersemat di Samsung Note 9, yakni di Samsung Note 10+ ada fitur 'Best Shot'.

Tapi yang menurut saya menyenangkan adalah hasil jepretan di malam hari. Dibanding Samsung Note 9, Samsung Note 10+ lebih bagus karena ada pembaruan yang cukup signifikan karena tak terlalu over pencahayaan saat mengambil gambar. Bisa dilihat dari perbandingan foto berikut ini.

Hasil jepretan Galaxy Note 9 (kiri) dan Galaxy Note 10+ (kanan)Hasil jepretan Galaxy Note 9 (kiri) dan Galaxy Note 10+ (kanan) Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikINET

Hasil jepretan di malam hari menggunakan Galaxy Note 9 (kiri) dan Galaxy Note 10+ (kanan).Hasil jepretan di malam hari menggunakan Galaxy Note 9 (kiri) dan Galaxy Note 10+ (kanan). Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikINET

Kabar baik bagi kamu yang suka ngegame, Samsung Note 10+ menawarkan performa yang lebih kencang. Contoh untuk mode 'high frame rate' dan kualitas grafik 'high quality' tak masalah bagi Samsung Note 10+.

Karena, Samsung Note 9 akan diperingatkan bisa terjadi 'lag' saat bermain dengan kualitas grafik 'high quality'. Ini saya alami saat bermain Mobile Legend.

Ditambah lagi panas yang saya rasakan di Note 10+ berkurang signifikan dibanding seri sebelumnya.

Pembaruan lain Samsung Note 10+ yang saya rasakan ada di ikon bilah notifikasi. Saya menemukan Link to Windows yang sebelumnya ada di Galaxy S10, Wireless PowerShare yang bisa digunakan untuk mengisi baterai Samsung Note 9, Screen Recorder, hingga Bixby Routines. Dari semua itu paling berguna menurut saya adalah Screen Recorder.

Kenapa? Di Samsung Note 9 belum ada fitur bawaan untuk merekam layar. Jadi, fitur ini cukup berguna saat kita ingin mevideokan suatu momen.

Seminggu Bersama Samsung Note 10+, Ada Plus dan MinusnyaFoto: Adi Fida Rahman/detikINET


Kekurangan Samsung Note 10+

Sebagai pengguna Samsung Note 9 yang belum memiliki fingerprint dalam layar menyebabkan saya terbiasa menggunakan pemindai sidik jari belakang. Tapi kehadiran Samsung Note 10+ mengubah kebiasaan saya itu dan membuat saya menggunakan pemindai wajah.

Tapi ada kekurangan dalam hal di atas. Demi bentang layar yang tanpa bezel, Samsung Note 10+ harus merelakan pindai iris mata yang bisa disebut sebagai pengamanan ekstra dari seri sebelumnya.

Pengunci fingerprint dalam layar masih kurang responsif di awal penggunaan. Tapi, setelah ada pembaruan software, pemindai sidik jari terasa lebih sensitif.

Layar bezelless juga bikin ngegame terganggu. Karena, tidak ada pegangan tangan di pinggiran Samsung Note 10+, saya sering tak sengaja menyentuh fungsi tombol dalam game atau navigasi.

Hilangnya speaker di layar dan dipindah ke bagian atas dan bawah bikin suara game sering hilang. Itu karena tertutup telapak tangan dan jari.

Seminggu Bersama Samsung Note 10+, Ada Plus dan MinusnyaFoto: Adi Fida Rahman/detikINET
Perubahan juga saya alami ketika akan screenshoot momen tertentu. Tanpa kehadiran tombol samping kanan membuat saya menggunakan cara gesture dengan telapak tangan. Karena, tombol yang berada di samping kiri semua dan berdekatan membuatnya susah untuk melakukan screenshot.

Ya, ini gegara Samsung tak rela tombol Bixby hilang begitu saja. Fitur perintah suara lewat tombol pintasan harus dipertahankan, mungkin itu yang ada di benaknya.

Sedikit menambahkan, LED notifikasi turut absen di Samsung Note 10+ padahal cukup berguna. Demikian pula sensor detak jantung, walaupun fitur ini cukup jarang saya pakai di Galaxy Note 9.


Opini

Ada begitu banyak pembaruan di Samsung Note 10+. Ya, perintilan kecil-kecil dan memang demikian upgradenya. Belum ada pembaruan yang signifikan dari flagship ini.

Soal tampilan Samsung Note 10+, saya kurang begitu 'sreg' terutama bagian belakangnya karena cenderung mirip flagship dari vendor lain. Pilihan saya tetap di Samsung Note 9 dari segi desain.

Di awal-awal pemakaian, Note 10+ terasa ringan. Tapi lama kelamaan dan ditambahkan casing, bobotnya tidak jauh berbeda saat saya menggenggam Note 9.
Seminggu Bersama Samsung Note 10+, Ada Plus dan MinusnyaFoto: Adi Fida Rahman/detikINET
Saya sendiri terbilang amat jarang menggunakan S Pen di Samsung Note 9 dalam keseharian. Beberapa penggunaannya hanya dalam memilih kata untuk di-copy agar presisi atau menggunakannya menulis memo.

Jadi, peningkatan S Pen di Samsung Note 10+ yang hanya bisa untuk aplikasi kamera atau tertentu saja masih belum memberikan efek berarti. Jadi masih perlu upgrade dan update lebih jauh lagi.

Sisi baterai 4.300mAh jadi salah satu unggulan di ponsel ini. Namun, saat saya gunakan untuk keseharian seperti menggunakan Samsung Note 9, ketahanan baterai bertahan sedikit lebih lama dari pendahulunya, tapi selisihnya tidak lebih dari tiga jam.

Terakhir, Samsung Note 9 punya layar Super AMOLED dan Samsung Note 10+ dengan layar Dynamic AMOLED, tapi setelah saya bandingkan menonton video di Youtube dengan resolusi 4K, hasilnya lebih berwarna dan enak dipandang di Samsung Note 9.


Tapi saya penasaran membandingkannya lagi saat menonton film atau serial di Netflix yang sudah mendukung HDR. Pasalnya Samsung Note 10+ mendukung HDR 10+. Sayangnya selama seminggu kemarin belum sempat dilakukan.

Itulah sedikit ulasan singkat Galaxy Note 10+ yang membuat saya menahan untuk upgrade dan kembali menggunakan Note 9. Tapi perlu diingat pengalaman tiap orang berbeda-beda, siapa tahu fitur-fitur yang ada di Note 10+ memang cocok untuk kebutuhan kamu.

Simak Video "vivo S1 Pro Segera Lahir, Ini Bocoran Peluncurannya di Indonesia!"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/afr)