Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Review Produk
Samsung Galaxy J7: Bongsor Tapi Gak Ngos-ngosan
Review Produk

Samsung Galaxy J7: Bongsor Tapi Gak Ngos-ngosan


M. Alif Goenawan - detikInet

Jakarta -

Sebagai pemain raksasa di industri smartphone dan tablet, Samsung dikenal tidak tebang pilih. Ini artinya dalam memproduksi produk, vendor asal Korea Selatan itu menyasar semua segmen, mulai dari kelas bawah hingga premium. Hanya yang membedakan mungkin cara promosinya.

Bila sekelas Galaxy S6 atau ponsel flagship Samsung lainnya kerap gembar-gembor, maka untuk kelas menengah ke bawah, promosi yang dilakukan memang kurang begitu nyaring. Sama halnya dengan yang dilakukan pada ponsel yang akan detikINET bahas berikut ini, yakni Galaxy J7.

Beredar pertama kali di Tiongkok pada Juni 2015, smartphone kelas menengah Samsung ini memiliki keunggulan berupa lampu flash pada kamera depan. Fitur yang untuk pertama kali hadir pada lini produk Samsung ini memang sengaja dihadirkan untuk memanjakan konsumen yang punya hobi selfie.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu seperti apa keunggulan dari Galaxy J7 ini? Simak review detikINET dalam penggunaannya selama beberapa minggu.

Desain

Secara keseluruhan, desain yang diusung oleh Galaxy J7 terbilang bongsor. Dengan memiliki dimensi 152,2x78,7x7,5 mm, bodi Galaxy J7 terasa solid ketika dibekap. Meski bongsor namun J7 masih nyaman, termasuk saat dimasukkan ke dalam kantong celana.

Sama halnya dengan varian Galaxy lain di kelasnya, Samsung merancang bagian ujung J7 dengan bentuk oval melengkung sehingga tidak menimbulkan kesan kotak dan kaku. Hal ini juga dilakukan agar ketika menggenggam, ujungnya tidak menimbulkan kesan tajam.

Samsung melapisi bagian pinggiran J7 dengan aluminium bezel. Alhasil, meskipun secara keseluruhan bodinya masih berbahan plastik, namun dengan sentuhan aluminium bezel tadi maka secara tidak langsung terlihat kesan mewah yang menyelimuti perangkat ini. Unit yang kami review memiliki warna putih dengan casing belakang yang dilapisi corak mutiara.

Warna putih memang menjadi warna yang cenderung mudah kotor, terutama pada casing belakangnya. Hal ini kami alami sendiri ketika perangkat tersebut pertama kali datang. Nodanya pun sangat sukar untuk dihapus walau dengan menggunakan air sekalipun. Maka dari itu, sangat disarankan untuk menggunakan casing tambahan bagi Anda yang membeli dengan pilihan warna putih.

Seperti biasa, Samsung meletakkan tombol home di bagian sisi depan perangkat yang dibuat menonjol mengapit tombol multitasking dan kembali. Namun sangat disayangkan, tombol tersebut masih berada di luar layar alias tidak on-screen button. Hal ini tentu menjadi kendala tersendiri ketika bermain game dalam posisi lanskap, dimana sering kali terpencet tombol back atau multitasking yang berujung pada keluarnya aplikasi.

Anda dapat menemukan tombol volume up/down di sisi kiri sebelah atas perangkat dan tombol power di sisi kanan. Tombol power masih dapat terjangkau oleh jempol dengan baik ketika menggenggam dengan menggunakan satu tangan saja. Sementara itu, baik lubang charger maupun headphone 3,5 mm diletakkan berdampingan di sisi bawah perangkat.

Layar dan User Interface

Galaxy J7 mengusung bentang layar Super Amoled 5,5 inch dengan resolusi (720x1.280 pixel). Dengan begitu, layarnya menghasilkan kerapatan pixel mencapai 268 ppi. Warna yang dihasilkan oleh layar Galaxy J7 terbilang cukup tajam dan jernih. Asyik untuk menonton video atau bermain game.

Dengan berbekal teknologi IPS (in-plane switching), maka secara otomatis layar Galaxy J7 dapat dilihat dengan sudut kemiringan yang ekstrim sekaligus. Untuk urusan kecerahan, Samsung memberikan mode outdoor, dimana dengan mode tersebut Anda mampu melihat layar walau berada di bawah terik matahari yang menyengat sekalipun.

Pun begitu, perlu diingat bahwa mode outdoor ini sangat menyilaukan mata bila sedang berada di dalam ruangan, terutama dalam konisi gelap. Sangat disayangkan, Samsung tidak membekali perangkat ini dengan fitur penyesuaian tingkat kecerahan layar atau sejenisnya yang biasa dipakai oleh beberapa vendor.

Namanya produk bikinan Samsung, sudah pasti jika tampilan antar muka (user interface) yang dipakai adalah TouhWiz UX terbaru yang dipadukan dengan sistem operasi Android 5.1.1 Lollipop. Dengan begitu, Anda akan merasakan sensasi tampilan antar muka serupa dengan yang dipakai di perangkat Galaxy S6 dan Galaxy S6 Edge.

Warna biru masih mendominasi tampilan antar muka Galaxy J7. Tidak seperti perangkat Sony Xperia M4 Aqua yang kami review beberapa waktu lalu, TouchWiz UX ini tidak menghadirkan ketersediaan bloatware yang banyak. Sehingga Anda masih bisa menginstal beberapa aplikasi dengan sisa memori yang dibenamkan.

Kamera

Urusan jeprat-jepret, kamera pada perangkat Galaxy J7 ini cukup lumayan bila dibandingkan dengan perangkat sekelasnya. Kamer utama memiliki lensa dengan resolusi 13 MP (4.128x3.096 pixel) dengan fitur autofocus dan LED flash untuk membantu foto di dalam kondisi ruangan yang kurang cahaya. Agar hasil foto terlihat menarik, Samsung membenamkan sejumlah fitur menarik bagi penggunanya, seperti beragam efek, HDR, panorama, beauty face, pro, hingga continous shot.

Untuk hasil jepretannya sendiri, kami akui kamera 13 MP mampu menghasilkan hasil gambar yang terang dan cerah untuk di luar ruangan. Sementara untuk kondisi dalam ruangan, seperti biasa walau hasil tangkapan gambar masih terdapat beberapa noise dan sedikit blur, namun gambar yang dihasilkan masih cukup oke di-share ke media sosial.

Dari belakang kita beralih ke bagian depan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah penjualan ponselnya, Samsung menyematkan LED flash untuk menemani hasil jepretan kamera depannya. Ya, kini Anda tak perlu lagi takut hasil foto selfie Anda gelap ketika berada di ruangan kedap cahaya ketika berfoto menggunakan kamera depan yang dibekali dengan lensa 5 MP itu.

Kendati demikian, kerja LED flash pada J7 ini sedikit unik dan berbeda dengan beberapa ponsel berfitur serupa yang selama ini kami jajal. Sony Xperia C4 misalnya, lampu flash baru akan menyala ketika Anda memencet tombol jepret pada kameranya.

Sebaliknya, lampu flash pada Galaxy J7 akan tetap terus menyala meski tombol jepret tidak dipencet. Hal ini tentu mengingatkan kita dengan kerja lampu flash ketika melakukan perekaman gambar di fitur video. Di samping LED flash ada pula fitur gesture, dimana Anda bisa dengan mudah menjepret kamera hanya dengan membentangkan telapak tangan.

Fitur gesture tadi diakui cukup membantu bagi pengguna yang ingin berfoto selfie menggunakan tongsis (tongkat narsis) tanpa harus menyetel timer terlebih dahulu. Ada pula fitur wide selfie yang pertama kali diperkenalkan pada varian Galaxy Note 4 tahun di tahun 2014 lalu. Untuk urusan selfie, cukup diakui bahwa hasil gambar kamera depan masih bisa diunggulkan para pecinta selfie untuk berbagi di media sosial.

Dapur Pacu Oke

Untuk urusan dapur pacu, Samsung memang terkenal sangat berhati-hati dalam memiilih jeroan apa saja yang bakal disematkan pada perangkatnya, entah itu di jajaran low-end hingga high-end. Begitu pula dengan Galaxy J7 yang kami pakai ini diperkuat dengan prosesor octa-core Exynos 7580 (quad core 1,4 GHz dan quad core 1,0 GHZ) berbasis arsitektur Cortex-A53m dengan kartu grafis Mali-T720, dan menggunakan RAM 1,5 GB.

Karenanya ketika menggunakan untuk berbagai macam keperluan, termasuk bermain game, Galaxy J7 mampu melakoninya dengan baik. Kami jarang menemukan adanya lag ketika bermain game sekelas Modern Combat 5 atau Vainglory sekalipun. Begitu pula ketika digunakan untuk melakukan multitasking.

Ketika diuji menggunakan pengujian benchmark AnTuTu, Galaxy J7 mampu menorehkan skor hingga 38.536. Dengan begitu, bisa dilihat bahwa skor yang ditorehkan oleh perangkat ini berada sedikit di atas skor perangkat Google Nexus 5 yang hanya mencapai 36.909. Perangkat ini juga mampu mengalahkan hasil skor yang ditorehkan oleh LG G3 dan juga HTC One.

Sementara untuk pasokan daya, Samsung menanamkan baterai berkapasitas 3.000 mAh. Baterai yang cukup besar dan pas untuk perangkat dengan bentang layar 5,5 inch (720 x 1280 pixel). Baterainya mampu menopang pemakaian perangkat hingga lebih dari 10 jam, baik ketika digunakan untuk kebutuhan ringan maupun berat sekalipun.

Opini detikINET

Belum jelas berapa harga yang dibanderol oleh Samsung untuk satu unit perangkat Galaxy J7 di pasar Indonesia. Pun begitu, bila mengacu dari harga yang diterapkan di India, yakni 14.999 rupee maka Anda harus merogoh kocek sekitar Rp 4 juta.

Merogoh kocek sekitar Rp 4 juta untuk membeli Galaxy J7 bukanlah sesuatu yang sia-sia. Merek Samsung memang sudah mainstream. Meski demikian perangkat ini bisa menjadi pilihan bagi Anda yang menginginkan perangkat phablet dengan performa yang cukup mumpuni di kelasnya.

Selama beberapa minggu pemakaian, kami tidak menemukan adanya lag yang mengganggu aktivitas penggunaan. Kualitas layar oke, serta hasil gambar yang cukup bagus untuk sekadar berbagi di media sosial bisa menjadi bahan pertimbangan bagi calon pembeli phablet.

(ash/ash)









Hide Ads
LIVE