Β
Desain: Praktis dan Ringan
Legria HF M31 terasa ringan, dengan balutan warna hitam bercorak metalic. Camcorder ini terasa mantap dan nyaman untuk digengam, bahkan bagi pengguna bertangan besar sekalipun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat detikINET membuka LCD camcorder ini, di sisi kiri terdapat tombol Power IS. Canon mengklaim teknologi ini bisa memudahkan pengguna melakukan panning secara jernih, saat memaksimalkan zoom.Β
Sementara di sisi luar LCD, terdapat tombol display serta baterai info. Kemudian di sebelahnya ada tombol quick view, untuk memutar kembali klip video yang telah tersimpan.
Masih sama seperti seri terdahulu, sebelah atas camcorder terdapat panel zoom serta capture image untuk mengambil foto. Di sebelah kanannya ada 2 panel switch modus manual dan auto.Β
Secara keseluruhan, desain dari Legria HF M31 ini terasa praktis -- dari sisi pemindahan file video -- dan ringan di tangan. Alhasil camcorder ini mudah untuk diselipkan ke dalam tas, untuk diajak bertualang kemanapun pengguna pergi.
Β
Smart Touch Screen, Tak Sekadar Layar Sentuh Biasa
Ya, kini Legria hadir dengan fitur layar sentuh bernama smart touch screen. Fitur ini rasanya sama responsifnya seperti camcorder Sony. Dalam LCD sendiri, tombol sentuh menu fungsi terletak di sisi kanan atas.
Beberapa tombol menu fungsi antara lain: aperture priority, zoom, AGC, WB, mic, video light, pre rec, serta digital effect transition.Β Dari uji coba yang dilakukan detikINET, ada dua fitur unggulan Smart Touch screen yakni: Touch Focus dan Exposure Touch.
Saat detikINET merekam beberapa orang dalam satu frame, fungsi face detection secara otomatis menyorot beberapa wajah. Saat dicoba dengan kondisi pencahayaan minim, HF M31 mampu mengenali tiga wajah sekaligus.
Nah, setelah menangkap beberapa wajah tersebut, HF M31 dapat memilih wajah mana yang dipilih sebagai fokus utama. Caranya, cukup dengan menyentuh layar LCD. Sementara itu pengguna masih bisa mengunci wajah tersebut, agar tetap fokus dan terkespos secara optimal.
Sementara fitur Exposure Touch, memungkinkan camcoder untuk mengunci exposure pada area tertentu hanya dengan menyentuh layar. Fitur ini sangat beguna bagi editor video yang gemar memainkan koreksi warna.

Β
Jeroan Legria HF M31
Legria HF M31 dilengkapi sensor HD CMOS berukuran 1/4 inchi, dengan resolusi 3,89 megapixel. Sensor ini mampu menghasilkan resolusi yang tergolong tinggi namun dengan tingkat noise rendah.
Dari sisi otak, camcorder ini dilengkapi dengan prosesor DIGIC DV III, yang didukung lensa Canon HD dengan optical zoom sebesar 15x. Β
Canon Legria HF M31 dilengkapi internal flash memori sebesar 32GB, yang dapat menyimpan rekaman video hingga 12 jam. Saat memori internal penuh, camcorder secara otomatis akan mengalihkan rekaman ke SD/SDHC card, dengan bantuan fitur bernama Recording Relay.Β
Produk ini juga dilengkapi lampu flash di sisi kiri depan. Sayangnya dari uji yang dilakukan detikINET, lampu milik Legria HF M31 ini terasa kurang terang, dengan jarak efektif hanya 1,5 meter. Bahkan saat dibandingkan, cahaya yang keluar dari lampu 'senter' milik ponsel Nokia E63, nampak lebih terang.Β

Β
Performa: Mampu 'Menangkap' Burung Yang Terbang Dengan Sempurna
Salah satu fitur yang cukup menarik dari HF M31 adalah Power IS dan Dynamic Mode. Dengan fitur Optical Image Stabilizer (OIS) ini, pengguna dapat mengatur ketajaman fokus foto atau video.
Pada dasarnya, fitur ini berfungsi meningkatakan kompensasi gerak saat pengguna memaksimalkan zoom paling jauh, dan mengurangi gambar kabur atas rentang yang lebih besar.
Benar saja, saat test drive Canon Legria di Gunung Bromo Jawa Timur di pagi hari, detikINET mencoba mengambil gambar seekor burung elang yang terbang di atas hamparan pepohonan. Sebelumnya lensa zoom disetting dengan jarak maksimum, untuk mengikuti gerak burung secara panning. Hasilnya layar camcorder goyang tidak karuan.
Namun setelah detikINET menekan -- caranya dengan menahan -- tombol Power IS di kiri LCD, objek burung yang di-panning menjadi jelas. Alhasil kecepatan burung yang terbang, ter-panning secara jelas dari lensa HF M31. Fitur ini terbukti dapat mereduksi gerak secara halus.
Canon mengklaim, fitur ini diadopsi dari model teropong jarak jauh (binocular). Jadi pengguna harus menahan tombol Power IS, jika ingin mengaktifkannya. Saat tombol dilepas, lensa berfungsi seperti sedia kala.
Β
Kesimpulan:
Dengan segala fitur unggulan diatas, Canon pun membanderol camcorder ini dengan harga Rp. 11.000.000. Mahalkah? Itu relatif, mengingat teknologi papan atas yang selalu ditawarkan Canon.Β
Menurut detikINET, camcorder ini cocok ditujukan bagi para videografer yang bukan pada level 'mengenal' camcorder. Jadi pengguna bisa melakukan eksplorasi lebih, saat ingin memproduksi sebuah video. Produk ini juga cocok dibawa para penjelajah alam atau pengguna yang suka mengabadikan objek bergerak secara cepat.
Jika ingin memiliki camcorder ini dengan harga lebih murah, Canon menyediakan tipe 'saudara' HF M31, namun dengan fitur minus internal memori 32GB. Namanya adalah HF M300, yang berharga Rp.9.990.000.
Β
Kelebihan:
+ Power IS yang memukau
+ Ringan dan praktis
Β Β
Kekurangan:
- Relatif Mahal
- 'Senter' Camcorder kurang terang (fw/faw)