Senin, 09 Nov 2015 16:18 WIB

Reuben Paul, Kecil-kecil Jadi CEO

Rachmatunnisa - detikInet
(Times of India) (Times of India)
Jakarta -
Melihat penampilannya, tidak akan ada yang mengira kemampuan seorang Reuben Paul. Di balik kepolosannya, anak umur 9 tahun ini punya banyak fans yang mengaguminya di dunia hacker. 

"Saya sangat menikmati persaudaraan yang dialami para hacker," kata Paul menanggapi pujian yang dialamatkan padanya. Paul sendiri mungkin tak menyangka jika kesukaannya bermain komputer dan mengutak-atik kode menjadikannya dikenal seperti sekarang.

Anak laki-laki keturunan India ini punya perhatian tersendiri terhadap keamanan internet dan komputer. Hal ini kemudian menjadikannya sebagai pakar keamanan cyber di usia belia. 

Paul kerap disibukkan dengan berbagai seminar berskala besar, di mana dia berbagi mengenai isu-isu keamanan cyber. Sebut saja DerbyCon, Security Congress Experience, Hou.Sec.Con 5.0 Experience, dan yang terbaru Ground Zero Summit 2015 yang merupakan salah satu konferensi hacker terbesar di dunia. 

Tahun lalu, kelahiran Austin, Texas, Amerika Serikat ini mendirikan startup bernama Prudent Games. Di sini, dia menjadi CEO-nya. Jangan berpikir menjadi CEO membebani masa kanak-kanaknya. Paul justru merasa senang, karena bisa membuat hobinya menghasilkan sesuatu. 







Di bawah kendalinya, Prudent Games mengembangkan sejumlah aplikasi game edukatif bertema keamanan antara lain Cracker Proof, yang mengajarkan tentang password dan Crack Me If you Can, yang memaparkan serangan ganas dan berbahaya.

"Moto perusahaan kami yaitu belajar dan bermain. Kami ingin fokus pada privasi Anda," sebutnya, seperti dikutip dari iDigitalTimes, Senin (9/11/2015).

Menariknya, di startup ini Paul terkadang merasa lucu jika mengingat kedua orangtuanya menjadi karyawannya. Ayah Paul bertindak sebagai Chief Technology Officer sementara ibunya menjadi Chief Financial Officer. 

"Meski ayah dan ibu adalah karyawan saya, mereka sebenarnya adalah partner kolaborasi yang asyik. Kami sedang mencarikan peran yang cocok di sini untuk adik saya," kisahnya. 

Meski kegiatannya segudang, Paul bisa membagi antara sekolah, mengurus startup dan bermain dengan anak-anak seusianya. Ke depan, Paul berencana mengembangkan lebih banyak game dan belajar lebih banyak mengenai dunia hacker.





(rns/ash)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed