Rabu, 19 Nov 2014 12:17 WIB

Menkominfo Ubek-ubek Kantor Detikcom

- detikInet
(ki-ka) Pimred Detikcom Arifin Asydhad, Menkominfo Rudiantara, & Pimpinan TransMedia Ishadi SK (rou/detikINET)
Jakarta -

Detikcom mendapat kehormatan sebagai media pertama yang disambangi oleh Menkominfo Rudiantara. Banyak hal diungkapkan Rudiantara dalam agenda blusukannya di kantor Detikcom. Mulai dari curhatnya soal rumitnya mengatur frekuensi hingga tak mau dipecatnya ia dari kepengurusan Dewan Masjid.

Chief RA -- begitu Rudiantara disapa -- sudah blusukan ke kantor Detikcom di Warung Buncit sejak pagi, Rabu (19/11/2014). Tak ada protokoler ribet untuk menyambut kunjungan sang menteri. Bahkan ketika baru sampai, Rudiantara berinisiatif sendiri ubek-ubek isi dapur Detikcom yang pagi itu masih sepi.

"Halo mas, apa kabar?" Sapa Rudiantara kepada detikINET di ruang kantor Detikcom. Meski baru sekali bertemu, tim detikINET dan menkominfo langsung terlibat banyak obrolan sembari muter-muter markas Detikcom.

Tak lupa, menteri juga menyapa siapapun yang dilihatnya dengan ramah. "Halo mba, sedang apa?" tanyanya lagi kepada karyawan Detikcom yang lain.

Tak lama kemudian, barulah Rudiantara bertemu dengan Pimpinan Redaksi Detikcom Arifin Asydhad dan Ishadi SK, pimpinan Trans Media.

Bagi Rudiantara, Ishadi bukanlah orang baru. Namun sudah dianggapnya sebagai guru. "Dulu, waktu masih bekerja di Indosat, saya disuruh bos saya untuk belajar ke Pak Ishadi yang saat itu menjabat sebagai Dirut TVRI. Akhirnya saya datangi Pak Ishadi untuk menimba ilmu," ungkap Rudiantara.

Aksi blusukan Rudiantara berlanjut ke divisi IT Detikcom dan kantor CNN Indonesia. Di sini, ia juga disambut dengan tim redaksi plus Pimpinan Redaksi CNNIndonesia.com Yusuf Arifin.

Obrolan berlanjut ke ruang meeting Detikcom di lantai 2. Banyak bahan obrolan yang terkuak di sini. Mulai dari urusan kenaikan harga BBM, rencana infrastruktur broadband Indonesia, UU ITE, pemblokiran situs porno, sampai aktivitas Rudiantara di luar Kominfo.

Di industri telekomunikasi, Rudiantara mengakui jika urusan frekuensi itu termasuk isu yang menyita perhatian. "Ternyata frekuensi yang dimiliki Indonesia itu banyak sekali, dan banyak pula peruntukannya," kata Rudiantara.

Belum lagi soal infrastrukturnya yang sudah diagendakan dalam Indonesia Broadband Plan. "Target kita lima tahun harus selesai. Ini juga lanjutan dari program Palapa Ring yang mandek," ujarnya.

Selain disibukkan oleh urusan Kominfo, Rudiantara juga bercerita soal aktivitasnya yang lain. Yakni di kepengurusan Dewan Masjid. "Untuk yang satu ini saya meminta untuk tidak dipecat, karena untuk tabungan akhirat. Dan tak masalah, selama tak menggunakan APBN," pungkasnya.

Tak terasa, sudah 2 jam kunjungan menkominfo berlangsung ke kantor Detikcom. Pak menteri pun harus pamit untuk melanjutkan jadwal sibuknya.

Oke Chief, terima kasih atas kunjungannya dan selamat bekerja, bekerja, dan bekerja untuk Anda!

(ash/rou)