Senin, 21 Feb 2011 14:05 WIB

Melihat Mesir, Aung San Suu Kyi Ingin Twitter dan Facebook

- detikInet
Jakarta - Terilhami dari gerakan people-power yang dibantu pemanfaatan jejaring sosial di Tunisia dan Mesir, tokoh pro-demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi menginginkan bergabung dengan aktivis revolusi lainnya menggunakan Twitter dan Facebook.

Kepincutnya Suu Kyi memiliki akun Twitter memang sudah pernah diutarakan bulan lalu. Suu Kyi kini diizinkan oleh rezim militer untuk bisa terhubung dengan dunia luar secara online setelah November silam dibebaskan dari status tahanan rumah yang dihabiskannya selama 15 tahun dalam 21 tahun terakhir.

Dilansir AFP dan dikutip detikINET, Senin (21/2/2011), dalam sebuah wawancara telepon dengan surat kabar Globe Kanada dan Mail, Suu Kyi mengatakan ingin bertukar pikiran dengan komunitas online di seluruh dunia.

Peraih Nobel perdamaian ini mengatakan, akhirnya dia mendapatkan koneksi internet pertama di rumahnya di Yangon dengan membayar lebih dari USD 1.000 ke penyedia layanan internet yang diawasi junta militer.

Namun menurutnya, harga yang dibayarkannya tidak sebanding dengan fasilitas internet yang didapat, mengingat aksesnya sangat lambat terutama untuk ke jejaring sosial.

"Mungkin perlu meningkatkan apa namanya itu? Megabyte? Ketika koneksinya lebih kuat dan lebih baik, sesegera mungkin saya ingin memiliki akun Twitter dan Facebook," kata Suu Kyi

Seperti diketahui, pemanfaatan Facebook dan Twitter untuk memobilisasi revolusi di Tunisia dan Mesir telah mengilhami negara lain untuk melakukan hal serupa. Semangat revolusi di kedua negara Arab itu kini dilaporkan merambah ke wilayah lain, termasuk salah satunya di China.

(rns/ash)