Hingga berita ini diturunkan, Senin (10/5/2010), sudah ada 237.000 pengikut alias follower di akun bernama '@chavezcandanga' tersebut. Jumlah itu melebihi akun twitter milik Globivision, stasiun TV yang selalu mengkritik kebijakan Chavez.
Chavez mengaku bahwa meroketnya popularitas Twitter malah berefek pada minimnya kritik dan fitnah yang ia terima. "Beberapa mengkritik saya, orang lain menghina saya. Tapi saya tidak peduli. Ini merupakan bentuk kontak dengan dunia," ujar Chavez.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dikutip detikINET dari OregonLive, Chavez mendesak para pendukungnya untuk bergabung juga. Ia menyebut Twitter adalah senjata yang harus digunakan untuk revolusi.
Chavez mengatakan, ribuan orang per hari mendaftar untuk mem-follow Twitternya dan hampir 54.000 pesan ia terima dari pendukung maupun kritikusnya. Mereka menulis untuk meminta bantuan dan memberikan keluhan. Lantaran hal itulah Chavez mengumumkan nantinya ada tim baru yang terdiri dari 200 orang untuk membantunya mengelola akun.
"Aku membuat sebuah tim karena banyaknya permintaan dan untuk menampung beberapa keluhan," tambahnya.
Anggota parlemen dari oposisi, Juan Jose Molina mengatakan, ia tidak terkejut dengan kemampuan Chavez untuk menarik perhatian di dunia maya. Tapi menurutnya presiden harus mengurangi bermain twitter dan memperbanyak waktu bekerja untuk mengurangi inflasi dan kejahatan yang terjadi.
"Saya tidak berpikir untuk mem-follow Twitternya karena saya tidak peduli dengan apa yang ia katakan," ujar Molina.
Sementara itu, Twitter Chavez justru menginspirasi juru bicara Departemen Luar Negeri AS, PJ Crowly untuk melakukan hal yang sama. "Dengan @chavezcandanga memasuki bidang ini, bagaimana aku bisa menolak?," ungkap Crowly yang akhirnya ikut ber-tweet ria mulai awal bulan ini.
(ash/ash)