Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Serena Williams Jadi 'Penyebar' Malware

Serena Williams Jadi 'Penyebar' Malware


- detikInet

Jakarta - Para penjahat cyber mengekspoitasi kemarahan tak terkendali Serena Williams ketika semifinal AS Terbuka untuk memicu kampanye Search Engine Optimisation (SEO) yang dapat membuat pengguna internet mengunduh software jahat.

Menurut Symantec, video yang menampilkan Serena marah-marah terhadap hakim garis adalah salah satu item yang paling dicari di internet, tetapi pengguna internet yang penasaran harus berhati-hati memilih situs tempat mereka menonton tayangan tersebut karena dikhawatirkan justru mereka yang akan menderita kerugian.Β 

Pengguna internet yang melakukan pencarian istilah-istilah seperti 'Serena Williams Outburst' dapat dengan mudah diarahkan ke sebuah domain bernama pixnat.com. Situs tersebut terlihat seperti website asli, namun Symantec menemukan bahwa situs tersebut telah ditunggangi dan menyimpan pemindai antivirus palsu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hon Lau, Sr Security Response Manager Symantec mengatakan, pengunjung situs ini yang tidak waspada akan segera melihat pop-up browser Windows yang memperingatkan mereka tentang berbagai macam ancaman keamanan, sebelum ditawarkan kesempatan untuk mengunduh program yang akan memperbaikinya. Mereka seharusnya menolak tawaran tersebut karena itu adalah software antivirus palsu yang dapat merugikan komputer mereka.

"Serangan ini, yang juga dikenal dengan nama 'SEO poisoning' adalah serangan yang digunakan oleh para penjahat yang oportunis untuk memanfaatkan rasa ingin tahu alami orang-orang," lanjutnya. Saat ini serangan tersebut dikategorikan sebagai serangan kecil, tapi bisa menunjukan betapa berbahayanya aplikasi-aplikasi menyesatkan.

"Aplikasi-aplikasi tersebut mungkin terlihat seperti software yang sah, tapi mereka hadir untuk mengambil informasi pribadi Anda dan menyandera komputer Anda. Kecuali mereka ingin menghadapi risiko pencurian indentitas atau menjadi penyandang dana kejahatan terencana, kami menyarankan para pengguna untuk menghindari bahaya ini," tegas Hon dalam keterangannya, Jumat (25/9/2009).
(ash/fw)





Hide Ads