"Mau bagaimana lagi, namanya juga risiko dagang," cerita GM Corporate Communication Axis, Anita Avianty, kepada detikINET, Rabu (11/2/2009).
Axis sendiri belum bisa memastikan jumlah pulsa yang akan diberikan kepada pelanggannya sebagai hiburan pelipur lara. "Masih kami hitung karena jumlah pembelinya banyak sekali. Selain di Jakarta, ada juga yang dari Medan, Bandung, Surabaya," jelas Anita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meskipun begitu brand produk kami tetap dapat riuhnya," Anita coba berpikir positif.
Axis sendiri mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk mensponsori kedatangan Rihanna. Namun dengan kegagalan sebelumnya, Axis jadi lebih hati-hati dalam mengeluarkan uang.
"Untuk Rihanna, kami mengeluarkan biaya sekitar delapan persen dari total budget sponsorship acara tahun ini. Budget sponsorship ini kami ambil dari opex (biaya operasional-red), namun jumlahnya saya belum tahu benar. Yang pasti biaya operasional lebih rendah dari capex (belanja modal-red) tahun ini yang lebih dari US$ 500 juta," tandas Anita.
(rou/wsh)