Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Review Produk
Asus PadFone S: Non Flagship yang Sip
Review Produk

Asus PadFone S: Non Flagship yang Sip


- detikInet

Jakarta - Membuat perangkat berspesifikasi tinggi namun dengan banderol murah sepertinya memang mulai menjadi hobi Asus. Setelah sukses dengan seri ZenFone yang laris di pasaran, Asus belum lama ini meluncurkan varian lain yang tidak kalah menarik.
Β 
Adalah Padfone S, sebuah ponsel yang berspesifikasi mentereng, mendukung konektivitas 4G, dan juga punya harga yang tergolong bersahabat. Tidak itu saja, PadFone juga bisa berubah menjadi sebuah tablet dengan cara menghubungkannya dengan sebuah station khusus.

Dengan kemampuan seperti itu, Padfone S tentu bisa menjadi sebuah solusi untuk pengguna yang menginginkan fungsi ponsel dan tablet secara bersamaan. Pada review berikut ini, kami memang hanya akan membahas tentang performa ponselnya saja, tanpa station untuk menjadikannya sebuah tablet. Seperti apa kemampuannya? Tanpa panjang lebar lagi, berikut reviewnya.

1. Desain

Dari luar, PadFone S sebenarnya tidak menawarkan sesuatu yang berbeda dibanding ponsel Android kebanyakan. Layout tombolnya standar saja dengan tombol power serta volume yang berada di sisi kanan perangkat. 3,5 mm headpone jack berada di atas dengan noise cancelation mic., sedangkan port micro USB dan lubang konektor untuk terhubung ke docking station ada di bagian bawah.
Β 
Ukuran perangkatnya sendiri masih terbilang umum untuk ponsel zaman sekarang. Meski punya ukuran layar seluas 5 inch, tapi Padfone S masih nyaman untuk digenggam dengan satu tangan. Pun begitu untuk pengoperasian yang lebih enak, pengunaan dua tangan tetap lebih baik.



Material yang digunakan pada bodi Padfone S terbuat dari plastik polikarbonat. Dengan sentuhan akhir matte di bagian belakang tersebut, PadFone S terasa tidak licin saat berada dalam genggaman dan tidak meninggalkan bekas jari tangan.



Slot untuk sebuah micro sim card ada di balik cover bagian belakang. Di sebelahanya juga terdapat sebuah slot micro SD dengan kemampuan up to 64GB untuk menambah kapasitas internal 16 GB. Meskipun cover belakang bisaΒ  dibuka, sayangnya baterai yang ada tidak bisa dicabut atau diganti.

2. Multimedia Oke, Tapi...

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Padfone S dibekali dengan layar seluas 5 inch Super IPS+ LCD. Resolusi yang ada sudah selayaknya ponsel high end, yaitu 1920x1080 pixel dengan kerapatan pixel mencapai 441 ppi.

Dengan pixel yang rapat, gambar yang ditampilkan sudah tentu tajam dan punya detail yang baik. Secara default komposisi kontras dan saturasi yang ditampilkan sudah baik, namun bagi yang ingin melakukan penyesuaian aplikasi splendid yang merupakan bawaan bisa dimaksimalkan. Pada aplikasi splendid, temperatur, hue, dan saturasi warna pada layar bisa diatur sesuai selera penggunananya.

Untuk browsing dan membaca layar yang ada sangat nyaman. Selain karena teks yang terlihat tajam, adanya setelan reading mode juga membantu membuat mata tidak cepat lelah. Sedangkan untuk video dan game, performa layar juga bisa diandalkan karena punya view angle yang bagus.



Sayangnya kenyamanan multimedia tadi sedikit berkurang karena speaker yang ada tidak mendukung. Letak yang ada di belakang, plus ukurannya yang kecil menjadi poin minus. Meskipun secara output cukup lumayan, tapi selama menggunakan ponsel yang satu ini saya lebih memilih menggunakan headset.

3. Hardware & Software

Dapur pacu dari Padfone S terbilang tangguh meskipun sudah cukup β€˜berumur’. Dengan ditenagai Snapdragon 801 empat inti berkecepatan 2,3 GHz serta GPU Adreno 330, PadFone S punya jeroan yang hampir setara dengan ponsel-ponsel flagship, seperti misalnya LG G3.

Berbekal dapur yang mumpuni, performa dari PadFone S untuk berbagai aktivitas tentu memuaskan. Tidak ada aktivitas yang tidak bisa ditangani dengan baik oleh ponsel Android yang satu ini. Bekal RAM sebesar 2GB juga terasa sangat cukup untuk mengakomodasi multitasking dengan jumlah yang banyak.
Β 
Beralih ke bagian software, Android KitKat 4.4.4 masih menjadi OS pada PadFone S dengan kustomisasi Zen untuk tampilan antar muka. Performa PadFone dengan KitKat sudah terasa mulus dan tentu pembaharuan ke lollipop menjadi sesuatu yang patut ditunggu.



Secara garis besar, kustomisasi yang diberikan Asus pada Padfone S terbilang cukup masif. Tampilan app drawer, icon aplikasi, dan notification bar, semuanya diubah oleh Asus. Bagi yang ingin membuat tampilan lebih personal, pengguna Padfone S bisa mengganti icon-icon aplikasi dengan berbagai macam pilihan yang bisa diunduh lewat PlayStore.



Jumlah aplikasi bawaan yang terpasang secara default pada Padfone S terhitung cukup banyak. Bagusnya, jumlah aplikasi bawaan yang banyak tersebut tidak memengaruhi performa ponsel ini sama sekali.

Yang cukup disayangkan dari software pada Padfone S adalah adanya bug yang cukup banyak. Salah satu yang menjadi banyak sorotan adalah firmware bawaan yang membuat ponsel ini tidak bisa terhubung dengan koneksi 4G.

Pada saat membuka kotak pertama kali, masalah tersebut juga terjadi pada unit review ini, tapi setelah melakukan update, masalah tersebut bisa teratasi. Masalah lain seperti aplikasi yang freeze atau force closed juga kadang terjadi.



Untuk melengkapi deretan spesifikasi di atas PadFone hanya dilengkapi dengan baterai berkapasitas 2.300 mAh saja. Untuk dapur pacu yang terbilang kencang dan layar beresolusi full HD, kapasitas tadi tentunya bisa dibilang kecil.



Namun dalam penggunaan harian yang terhitung intensif, ternyata PadFone S mampu bertahan cukup lama. Waktu lebih dari 10 jam dengan screen on time 3 jam merupakan angka yang cukup bagus untuk perangkat dengan baterai yang seadanya.

4. Kamera

Bagus tidaknya kamera tentu memengaruhi keputusan calon pembeli sebuah smartphone. Pada Padfone S, Asus menyematkan resolusi 13 MP yang terhitung lumayan besar. Lalu bagaimana performanya?

Setelah menguji dengan mengambill cukup banyak foto, kamera pada PadFone S terbukti mampu menghasilkan gambar yang baik. Dalam kondisi terang, performanya patut diacungi jempol.

Warna yang diproduksi hampir akurat dengan konstras yang baik. Untuk kondisi low-light kamera PadFone S juga terhitung memuaskan. Meski permasalahan klasik yaitu noise masih ditemui, tapi foto yang diambil masih tergolong terang dan oke.

Untuk mendukung pengalaman mengambil foto, Asus melengkapi PadFone S dengan cukup banyak mode pengambilan gambar. Mode populer seperti night, HDR, Panorama, dan low light sudah tentu bisa ditemui. Ada juga mode depth of field untuk memberikan efek blur pada background seperti menggunakan kamera DSLR. Sayangnya untuk fitur yang satu ini, hasilnya masih hit n miss atau tidak selalu bagus.
Β 
Selain yang sudah disebutkan di atas, ada satu fitur yang cukup menyita perhatian yaitu mode turbo. Mode ini sejatinya adalah bentuk lain dari burst mode, hanya saja lebih cepat. Dalam tempo sekitar 4 detik, kamera PadFone S mampu meringkus 100 foto. Cepat sekali bukan?

Akan tetapi setelah digali lebih jauh, ternyata resolusi foto maksimal saat menggunakan mode turbo hanya 3 MP saja. Mode burst dengan resolusi 13 MP tetap bisa dilakukan dengan menahan tombol shutter, hanya saja prosesnya lebih lambat.



Untuk pencinta selfie, kamera depan PadFone S yang hanya punya resolusi 2 MP tentu terlihat kurang, tapi pada kenyataannya tidak selalu demikian. Untuk selfie di area outdoor atau dengan cahaya melimpah, foto yang dihasilkan termasuk bagus. Namun jika pada kondisi sebaliknya, foto akan tampak kusam dan kuram tajam.


Β 
Di sektor video, Padfone S mampu merekam video dengan resolusi 4K menggunakan kamera belakang. Sedangkan untuk kamera depan, resolusi videonya hanya mentok 720p saja.

Berikut hasil jepretan Asus PadFone S:

5. Opini Akhir

PadFone S memang bukan sebuah ponsel flagship yang dibekali spesifikasi ekstra gahar atau desain eksklusif. Namun dengan adanya chipset Snapdragon 801, dan RAM 2 GB pada daftar spesifikasi, ponsel ini sudah bisa menjanjikan performa cepat yang memuaskan.

Layar cemerlang dengan resolusi full HD seluas 5 inch cukup untuk memanjakan mata penggunanya dalam aktivitas multimedia seperti bermain game atau menonton video. Akan tetapi cukup disayangkan PadFone S tidak dilengkapi speaker yang sepadan kualitasnya. Untungnya ada teknologi bernama headset sehingga pengalaman audio tidak terganggu.

Untuk urusan kamera, resolusi 13 MP yang ada menunjukan hasil yang memuaskan baik dalam situasi indoor, dan outdoor. Namun perlu dicatat bahwa performa low light tidak sepenuhnya bagus meskipun tidak bisa dikatakan jelek sama sekali.

Dengan harga yang tergolong terjangkau, yaitu pada rentang Rp 3 juta, PadFone S jelas punya potensi untuk bersaing dengan para jagoan tahun lalu. HTC One M8, Samsung Galaxy S5, atau LG G3 adalah beberapa flagship yang punya spesifikasi dasar serupa dengan PadFone S, namun ponsel dari Asus ini punya harga lebih murah hampir setegahnya. Tertarik mencoba?

(ash/ash)







Hide Ads