Sebagai penerus Android KitKat, Google telah mengumumkan Android L. DetikINET pun berkesempatan untuk menjajal OS yang masih berstatus beta tersebut.
Sesuai omongan salah satu petinggi Google pada event Google I/O 2014, raksasa internet ini menjanjikan tampilan yang lebih segar dan berwarna, namun dengan desain flat yang sederhana. Google menyebutnya sebagai desain βmaterialβ. Di sisi lain, dari sisi performa, Android L menghadirkan user experience yang jauh lebih mantap.
Ya, intinya Google mengatrol sederet kemampuan OS robot hijau lewat Android L. Seperti menyodorkan pop-up notifikasi yang langsung dapat dilihat tanpa perlu lagi menarik menu scroll-down di bagian atas layar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Tampilan Kalem, Nyaman Digunakan
|
|
Tombol virtual back, menu, dan recent app juga tampil berbeda dibanding versi sebelumnya. Pada Android L, tombol back berubah bentuk menjadi ikon segitiga yang mengarah ke kiri, tombol back berbentuk lingkaran, dan tombol recent app menjadi bentuk kotak.
Google sepertinya ingin menyegarkan kejenuhan pengguna Android yang disodorkan desain tombol virtual yang itu-itu saja di versi sebelumnya.
Tampilan menu setting yang biasa diakses untuk melakukan konfigurasi perangkat juga tampil segar. Pengguna tak akan lagi disodorkan tampilan background hitam dengan teks biru dan putih. Di Android L, menu setting tampil cerah dengan background putih dan teks hijau.

Pun demikian, saat Android L digunakan oleh berbagai vendor pada produknya, tampilannya kemungkinan bakal disesuaikan dengan keinginan masing-masing vendor. Kecuali perangkat tersebut adalah Google Edition, seharusnya bakal sama persis.
2. Notifikasi di <i>Lock Screen</i>
|
|
Pengguna cukup mengaktifkan layar, maka berbagai notifikasi yang masuk akan tampil berjejer ke bawah dalam bentuk stiker pop-up.
Untuk mengakses notifikasi tersebut pengguna hanya cukup mengetuk dua kali pada stiker notifikasi yang ingin dibukanya, dan voila... Aplikasinya akan langsung muncul.

Notifikasi lainnya yang cukup menarik adalah status pengisian baterai. Selain menunjukkan persentase pengisian, pengguna juga mendapat informasi berapa lama lagi waktu yang dibutuhkan hingga baterai terisi penuh.
3. Keyboard Swipe
|
|
Desain semacam ini biasanya digunakan oleh keyboard yang menawarkan fitur swipe. Benar saja, ternyata keyboard virtual Android L juga menawarkan fitur serupa.
Pengguna dapat dengan mudah menuliskan sesuatu hanya dengan melakukan swipe dari satu huruf ke huruf lainnya.
Β
Tanpa ada batasan garis yang membatasi, menggunakan metode swipe pada keyboard Android L memang terasa lebih leluasa.
Namun bagi pengguna yang belum familiar bakal sedikit kaku saat menggunakan metode swipe, terutama bila baru pertama kali.
4. 'Ok Google'
|
|
Di Android L, pengguna dipastikan tak perlu lagi melakukan itu. Sebab kini Google Now dapat diperintah langsung dari tampilan Home.
Cukup ucapkan βOk Googleβ, fitur Google Now akan langsung aktif dan pengguna dapat lanjut mengucapkan perintah yang diinginkan.
Ini memang bukan hal baru, pada ponsel yang menggunakan Android KitKat kemampuan ini telah lebih dulu hadir. Bahkan pengguna dapat langsung mengaktifkan Google Now meski dalam kondisi ponsel terkunci.
Β
Sayangnya kemampuan ini hanya dapat dirasakan bila ponsel tersebut dibekali prosesor Snapdragon 800.
Β
Setidaknya ke depannya kelebihan ini bakal dapat dirasakan di banyak ponsel, dan tidak terbatas pada ponsel-ponsel tertentu.
5. Hasil Jepretan Sangar
|
|
Tingkat noise pada hasil jepretan Android L menurun cukup signifikan dibanding saat masih menggunakan Android 4.4.4 KitKat.
DetikINET menggunakan hasil jepretan dari kamera Nexus 5 sebelum dan setelah menggunakan Android L dalam perbandingan ini.
Berikut adalah hasil jepretan setelah menggunakan Android L.

Hasil jepretan Nexus 5 dengan OS Android L.

Ini ketika hasil gambar diatas diperbesar mendekati 100%, gambar tetap terlihat solid.
6. Masih ada Bug
|
|
Namun tak banyak, selain itu kebanyakan merupakan aplikasi game. Di sisi lain beberapa aplikasi juga ditemukan mengalami sejumlah bug, salah satunya adalah shortcut ke fungsi kamera dimana viewfinder kamera justru dipenuhi warna hijau. Tapi hanya terjadi pada sedikt aplikasi saja.
Secara keseluruhan Android L cukup layak dinanti, apalagi dengan sejumlah kemudahan yang ditawarkan dan peingkatan performa fiturnya. Apalagi disebutkan versi anyar Android ini juga telah mendukung komputasi 64 bit.
Tentunya hal ini akan memberi keleluasaan bagi pengembang untuk membuat aplikasi yang lebih baik lagi. Terutama bila Android L kelak telah ditandem pada prosesor yang sudah berteknologi 64 bit.
(yud/ash)