Justine Sacco mungkin tak menyangka, kicauan bodoh yang ia lepaskan sesaat sebelum terbang, telah membuat gempar dunia dan berhasil menghancurkan karirnya-- bahkan di saat pesawatnya belum mendarat.
Entah iseng atau cuma ingin melucu jayus, Justine yang punya jabatan mentereng sebagai Direktur Public Relation di InterActiv Corp, sebuah perusahaan komunikasi di New York, AS, menuliskan sebuah tweet sebelum naik pesawat.
Sebelum terbang dari London menuju Cape Town, Afrika Selatan, Justine memposting tweet bernada negatif dan sangat melecehkan. Tak disangka, tweet tersebut menyebar ke seluruh dunia dan bahkan sempat menjadi trending topic.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana kronologis unik kicauan yang membuatnya dipecat? Simak kisah lengkapnya berikut ini yang juga harus jadi bahan pembelajaran buat kita semua. Ingat, mulutmu harimaumu!
1. Berkicau Rasis Sebelum Terbang
|
|
"Going to Africa. Hope I don't get AIDS. Just Kidding. I'm white". Kurang lebih terjemahannya adalah, "Pergi ke Afrika. Berharap aku tidak kena AIDS. Hanya bercanda. Aku kan kulit putih".
Sesudah nge-tweet, Justine pun masuk pesawat. Penerbangan dari London ke Cape Town memakan waktu sekitar 11 jam lamanya.
Seperti diketahui, sebagian besar penerbangan melarang penumpang mengaktifkan ponsel. Justine pun mematikan handsetnya tanpa mengetahui kehebohan besar yang diakibatkan tweet itu.
2. Tweet Rasis Justine Mulai Tersebar
|
|
Sam mempublikasikan tweet tersebut, yang kemudian dikutip beberapa reporter di media lain. Beberapa reporter mulai coba berinteraksi dengan Justine, yang saat itu masih ada di pesawat.
Beberapa saat kemudian, semakin banyak pengguna Twitter yang tahu tentang tweet Justine. Mereka memposting ulang dan mulai mengkritiknya habis-habisan.
"Justine Sacco seharusnya dipecat dan kena penyakit AIDS," demikian tulis seorang pengguna Twitter yang kesal dengan postingan Justine.
3. Dikira Kena Hack
|
|
Kemudian, pihak InteractivCorp (IAC) selaku tempat kerja Justine mengeluarkan pernyataan. Mereka menyesalkan tweet rasis yang diposting Justine.
"Itu adalah komentar ofensif yang tidak sesuai dengan pandangan dan nilai IAC. Sayangnya, pegawai itu sedang tidak dapat dihubungi dalam sebuah penerbangan internasional, namun ini adalah sesuatu yang sangat serius dan kami akan mengambil aksi yang diperlukan," kata IAC.
Tweet rasis Justine pun semakin tersebar luas. Tanpa disadari sama sekali oleh Justine yang mungkin saat itu tengah tertidur di pesawat.
4. Jadi Trending Topic
|
|
Hashtag tersebut kemudian menjadi trending topic dunia. Jadilah Justine menjadi penumpang pesawat yang sangat ditunggu kapan ia akan mendarat.
Masalah ini memang terus membesar. Karena Justine tidak punya akses internet sehingga tidak dapat menghapus tweet tersebut atau mengetahui bahwa tweet rasisnya bikin kehebohan.
"Saya kira ini adalah pendaratan paling ditunggu sejak Apollo 13 di tahun 1970," demikian bunyi sebuah tweet.
5. Jadi Bahan Candaan di Internet
|
|
"Tidak ada yang bisa begitu saja menghina sebuah benua dan kemudian malah pergi ke sana," demikian tertera dalam sebuah parodi yang menampilkan karakter film Lord of The Ring.
Ada juga yang sampai membuat poster film iseng dengan bintang Justine. Judulnya pun menggeltik.
Yaitu: 'How to Lose a Job in 10 Seconds' Poster film yang satu lagi berbunyi ' One little tweet before a plane trip changed her life forever,".
6. Justine Mendarat dan Dipecat
|
|
Berita tentang tweet rasisnya ditayangkan media besar mancanegara, termasuk New York Times, CNN, ABC, BCC dan sebagainya.
Sejak Justine memposting tweet, namanya ditweet ulang lebih dari 30 ribu kali dan hashtag mengenainya sebanyak 100 ribu kali.
Tak lama kemudian, Justine akhirnya meminta maaf setelah dihubungi oleh kantornya. Ia pun menemui media setempat di Afrika untuk menyampaikan permintaan maafnya.
Ia pun harus menerima imbas dari kecerobohannya menulis kata-kata yang tidak pantas. Justine kemudian dipecat. Ia bukan lagi PR Director dari IAC sejak saat itu.
(fyk/rou)