Nokia memenangkan perkara paten melawan HTC di Jerman, setelah pengadilan wilayah Mannheim menyetujui argumen Nokia. Dengan kemenangan ini, Nokia juga sukses mengamankan produknya dari pemblokiran yang semula sempat mengancamnya.
Sebaliknya, justru tiga perangkat milik HTC, yakni Wildfire S, Desire S dan Rhyme yang kena getahnya. Ketiganya, seperti dilansir Cellular-news, Rabu (20/3/2013), kini tak lagi dijual di negara tersebut.
Adapun paten yang dipermasalahkan keduanya, terkait dengan fitur power saving yang ditemukan pada chip Qualcomm yang digunakan ponsel Nokia dan HTC.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Teknologi power-saving yang dideskripsikan dalam paten ini sebenarnya hal kecil dan hanya sedikit berkontribusi untuk urusan konsumsi daya," kata HTC dalam pembelaannya.
HTC tidak terima dengan putusan ini dan menyatakan akan mengajukan banding. Selain di Jerman, Nokia juga gencar mengajukan perkara ini di Inggris dan Amerika Serikat.
Sementara itu, ahli paten Florian Mueller, mencermati kasus ini mengatakan, pertimbangan pengadilan tak begitu jelas. Menurutnya, pemblokiran penjualan bisa saja menimpa lebih banyak handset selain tiga produk tersebut.
(rns/ash)