Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Laporan dari Bangkok
Big Data Jangan Dibuang, Tapi Dioptimalkan
Laporan dari Bangkok

Big Data Jangan Dibuang, Tapi Dioptimalkan


- detikInet

Ilustrasi (ben chams/fotolia)
Bangkok - Ledakan data yang besar di era informasi sekarang ini memunculkan apa yang dinamakan big data. Intel, sebagai pemain raksasa di dunia teknologi pun turun tangan untuk membantu menghadapinya.

Merujuk pada banyaknya data yang lahir selama beberapa tahun terakhir, Nick Knupffer, Marketing Director PRC & APAC DCSG, Intel mengibaratkan, "Setiap dua hari kita membuat informasi sebanyak seperti yang kita lakukan dari awal peradaban sampai tahun 2003".

Berbicara mengenai big data, maka tak lepas dari karakteristik yang dimiliki, yakni volume, velocity dan variety.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Big data mengarah pada data tak terstruktur yang mewakili hampir 80% hingga 90% dari semua data yang dikumpulkan, dengan pertumbuhan jumlah data tak terstruktur lebih cepat 10-50 kali dibandingkan data yang terstruktur (volume).

Data diibaratkan sebagai bahan mentah di mana industri-industri tertentu melakukan pemaksimalan keberadaannya. Namun sayang, banyaknya data yang mengalir banyak yang akhirnya 'terbuang'. Hal ini dialami di level velocity.

Kemudian tantangan yang dihadapi di level variety salah satunya adalah banyaknya variasi dari data yang ada di mana mencakup teks, dokumen, image, video, dan lain-lain.

Kupffer turut membeberkan sejumlah fenomena big data ini. "Jumlah data yang diproduksi setiap harinya adalah 2,5 exabyte. Ini equivalen dengan 2.621.440 1TB hard drive," ujarnya dalam acara Intel Cloud Summit di Bangkok (28/8/2012).

Ada sebanyak 750 juta foto diupload di Facebook dalam kurun waktu dua hari. Sementara di lain sisi, jumlah data yang tersimpan di manufaktur di Amerika pada tahun 2009 mencapai sebesar 966 PB.

Memaksimalkan data raksasa turut menyukseskan penghematan. Dilaporkan, unit-unit kesehatan di Amerika mampu menghemat hingga USD 300 miliar per tahun dengan big data ini.

Ya, big data dipastikan bisa meningkatkan keamanan publik dan menggenjot perekonomian. Nah, mengetahui pentingnya hal itu, sejumlah peran pun diambil Intel baik di sektor hardware maupun software.

Beberapa di antaranya adalah penganalisaan big data melalui CPU, storage, I/O dan network platform yang diklaim lebih cepat dan efektif. Untuk software, Intel telah berkolaborasi dengan banyak perusahaan guna menghadapi laju ekosistem big data.



(sha/ash)







Hide Ads