Padahal belum lama ini, Apple dan Foxconn sudah sepakat untuk memperbaiki kesejahteraan para pegawai. Namun masih cukup banyak pekerja yang terindikasi belum puas dengan kondisi pabrik dan tekanan pekerjaan yang terlampau berat.
Demonstrasi dilakukan di kota Wuhan, China, di salah satu bangunan pabrik milik Foxconn. Menurut lembaga Information Centre for Human Rights, sekitar 200 pekerja mengikuti aksi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Information Centre for Human Rights, para pekerja Foxconn melancarkan aksi protes karena mereka dipindahkan ke pabrik lain dengan gaji lebih rendah. Masalah gaji yang tidak sesuai dengan beban kerja memang sering jadi sengketa antara Foxconn dengan para pekerjanya.
Apple sendiri disorot karena dinilai kurang peduli dengan nasib para pekerja tersebut, yang berperan besar dalam kesuksesan mereka. Beberapa waktu lampau, CEO Apple Tim Cook mengklaim pihaknya prihatin dengan isu seputar Foxconn dan berjanji mencari solusi.
"Kami memperhatikan setiap pekerja di jalur distribusi kami di seluruh dunia. Setiap insiden mengganggu kami dan setiap isu tentang kondisi kerja menimbulkan keprihatinan," katanya.
Dalam kunjungan ke China belum lama ini, Cook berjanji Apple dan Foxconn akan meningkatkan upah dan kondisi lingkungan kerja. Juga mengurangi jam lembur yang tidak manusiawi, meningkatkan protokol keamanan dan memperbarui asrama pekerja dan fasilitas lainnya.
Beberapa karyawan Foxconn memang pernah benar-benar bunuh diri di masa lalu karena tidak kuat menanggung tekanan kerja. Sekitar setahun lampau, 300 pekerja Foxconn pernah pula melakukan ancaman bunuh diri massal.
(fyk/ash)