News From Blog
Blog: Diakui dan Dapat bantu Terapi
- detikInet
Jakarta -
Pada konferensi lewat Yahoo! Messenger tanggal 22 September lalu, tercetus pertanyaan dari Budi Rahardjo, "Apakah kalian para penulis blog diakui?" Karena sebagian besar yang hadir adalah penulis blog atau mereka yang mengelola situs Web pribadinya dengan alat bantu blog, saya memilih menjawab dengan 'rendah hati', "Memang tidak diakui." Setidaknya sampai hari ini tarik-ulur antara media arus utama 'yang dilengkapi satu kompi tenaga jurnalistik formal' dan jurnalisme akar rumput masih berlanjut. Budi Rahardjo sendiri memberi gambaran di bagian berikutnya dari diskusi bahwa tulisan dia di blog dijadikan rujukan oleh beberapa pihak yang berkepentingan dengan urusan dia dalam sengketa pengelolaan domain ID. Semacam 'sisi lain' yang didengar.Sudah barang tentu lebih banyak lagi penulis blog, terutama di Indonesia, yang berada pada sisi sebaliknya: hanya 'orang kebanyakan' yang ingin mengaktualisasikan pendapatnya lewat blog. Belum pantas disebut pakar, sehingga perlu usaha lebih keras lagi untuk menjadikan blog sebagai kendaraan yang membawa opini pribadi.Dalam sepekan ini pula Slashdot menampilkan dua artikel tentang fenomena blog. Pada hari yang sama dengan waktu konferensi di atas, sebuah angka statistik yang dipaparkan sebagai hasil sigi AOL menyebut hampir 50% penulis blog melihat kegiatan mereka sebagai sebuah terapi. Apakah ini berkaitan dengan dugaan yang pernah muncul beberapa saat lalu akan istilah narsisme dan katarsis? Jangan lupa, ada yang memasang jargon My ***New***Katarsis.Entri kedua adalah tentang The Blog Herald yang dikaitkan dengan penghitungan oleh sejumlah pihak akan jumlah blog di dunia. "Sepertinya setiap orang ingin [memperoleh] kesempatan lima belas menit terpampang online," demikian menurut Slashdot, membawakan pengantar bahwa blog adalah fenomena yang mudah dijumpai di mana-mana. Jumlah blog yang diperkirakan pada hitungan tersebut adalah lebih dari 60 juta buah."Artikel diambil dari blog http://direktif.web.id, atas persetujuan pengelolanya. Judul artikel disesuaikan, tanpa mengubah/mengurangi makna."
(wsh/)