Tanda Ponsel Coret di SPBU Dimulai dari Hoax

ADVERTISEMENT

Kolom Telematika

Tanda Ponsel Coret di SPBU Dimulai dari Hoax

Lucky Sebastian - detikInet
Rabu, 13 Jul 2022 09:45 WIB
Warga menunjukan aplikasi MyPertamina saat mengisi bahan bakar pertalite di SPBU Pertamina Abdul Muis, Jakarta, Rabu (29/6/2022). PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Patra Niaga, akan melakukan uji coba pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi, Pertalite dan Solar, secara terbatas bagi pengguna yang sudah terdaftar pada sistem MyPertamina, mulai 1 Juli mendatang. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.
Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Jakarta -

Harga minyak dunia memang sedang dilanda kenaikan yang tinggi, salah satunya karena perang Ukraina-Rusia. Ini tidak hanya dirasakan di Indonesia, tetapi juga di banyak negara.

Kejadian ini semakin besar membebani APBN negara, karena beberapa jenis bahan bakar, seperti premium, pertalite, solar, disubsidi oleh pemerintah agar tetap terjangkau oleh kebanyakan pengguna kendaraan.

Untuk itu diambil langkah oleh pemerintah untuk memberikan subsidi yang lebih tepat sasaran, dan ini dilakukan Pertamina dengan menggunakan aplikasi MyPertamina, yang kemudian membuat pro dan kontra.

Salah satu kontranya adalah, selama ini di setiap SPBU dipasangi tanda untuk tidak menggunakan ponsel di area SPBU, tetapi sekarang mengapa disuruh mengakses aplikasi MyPertamina, yang berarti harus menggunakan smartphone di area tersebut.

Ramai kemudian pemberitaan, apakah sebenarnya boleh mengakses smartphone di SPBU? Selama ini diketahui masyarakat penggunaan ponsel di SPBU dilarang karena sinyal ponsel dianggap bisa memicu kebakaran.

Sementara dari pihak Pertamina sendiri tidak pernah ada penjelasan resmi secara eksplisit bahwa mengakses ponsel di SPBU akan menyebabkan kebakaran.

Pernyataan Pertamina sendiri di situs MyPertamina, tidak mengizinkan penggunaan ponsel kurang dari 1.5 meter dari dispenser, atau mesin penghitung takaran tempat mengeluarkan selang nozzle pengisi bahan bakar.

Warga menunjukan aplikasi MyPertamina saat mengisi bahan bakar pertalite di SPBU Pertamina Abdul Muis, Jakarta, Rabu (29/6/2022). PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Patra Niaga, akan melakukan uji coba pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi, Pertalite dan Solar, secara terbatas bagi pengguna yang sudah terdaftar pada sistem MyPertamina, mulai 1 Juli mendatang. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.Warga menunjukan aplikasi MyPertamina saat mengisi bahan bakar pertalite di SPBU Pertamina Abdul Muis, Jakarta, Rabu (29/6/2022). Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA



Sebelumnya Pertamina mencantumkan, alasannya karena sinyal ponsel jika terlalu dekat dengan dispenser, bisa mempengaruhi alat penghitung jumlah bahan bakar yang diisikan ke kendaraan. Alasan ini juga didukung oleh LIPI, tapi ini tidak umum dibahas di SPBU luar negeri.

Tapi sekarang dibagian FAQ ditulis bahwa cara ini demi HSSE yang diterapkan di Pertamina, Health Safety Security and Environment.

Ribut di offline yang menganggap cara ini menyusahkan, juga ramai di online, bahkan ada yang menuduh Pemerintah bisa melanggar ketentuan yang sudah dibuat, demi penggunaan aplikasi.

Saat ini respon dari Pertamina juga baik, memudahkan filter siapa yang berhak menggunakan bahan bakar subsidi hanya dengan QRcode, dimana aplikasi MyPertamina hanya menjadi salah satu cara untuk mendaftar.

Selanjutnya Tidak Ada Bukti Empiris



Simak Video "Pertamina Talks Episode 3: Mypertamina Solusi Untuk Penyaluran Energi Tepat Sasaran"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT