Bukti Signal dan Telegram Makin Ancam WhatsApp

Bukti Signal dan Telegram Makin Ancam WhatsApp

Virgina Maulita Putri - detikInet
Selasa, 06 Apr 2021 08:05 WIB
Aplikasi Signal
Signal dan Telegram Makin Perkasa, WhatsApp Patut Waspada Foto: (Android Authority)
Jakarta -

WhatsApp sepertinya harus makin waspada karena Signal dinobatkan sebagai aplikasi dengan pertumbuhan paling pesat di kuartal pertama tahun 2021 berdasarkan laporan terbaru dari App Annie.

Dari laporan perusahaan analitik tersebut, Signal menjadi aplikasi yang tumbuh paling pesat di seluruh dunia dari segi jumlah pengguna aktif bulanan. Untuk jumlah download, aplikasi messaging ini berada di bawah MX TakaTak, aplikasi video pendek pengganti TikTok di India.

Masih dari laporan App Annie di kategori Top Breakout Apps Worldwide, Telegram yang merupakan pesaing WhatsApp lainnya berada di peringkat ketiga dilihat dari jumlah download, seperti dikutip dari Gulf News, Rabu (6/4/2021).

Signal dan Telegram makin perkasa di ranking aplikasi terpopuler di seluruh duniaPeringkat Signal di kategori Top Breakout Apps Worldwide Foto: dok. App Annie

Dari segi jumlah pengguna aktif bulanan, aplikasi besutan Pavel Durov ini berada di posisi kedua. Dari dua metrik tersebut, Telegram tepat berada di bawah posisi Signal.

Tapi untuk kategori Top Apps Worldwide, Telegram sudah menyalip WhatsApp di kuartal pertama tahun 2021. Dari jumlah download, Telegram kini berada di posisi keempat setelah naik empat peringkat, sedangkan WhatsApp berada di posisi kelima setelah turun tiga peringkat.

Signal dan Telegram makin perkasa di ranking aplikasi terpopuler di seluruh duniaPeringkat Telegram di kategori Top Apps Worldwide Foto: dok. App Annie

Melihat jumlah pengguna aktif bulanan, WhatsApp masih betah di posisi kedua di bawah Facebook. Tapi pertumbuhan Telegram cukup pesat karena berhasil naik empat peringkat, ke posisi keenam, dibandingkan kuartal sebelumnya.

Kebijakan privasi baru WhatsApp sepertinya membuat banyak penggunanya beralih ke platform yang lebih mengedepankan privasi seperti Signal dan Telegram. Faktor ini juga yang membuat dua aplikasi itu tumbuh pesat dalam beberapa bulan terakhir.

WhatsApp pertama kali mengumumkan perubahan kebijakan tersebut pada Januari yang lalu. Aturan ini awalnya hendak diterapkan mulai bulan 8 Februari, tapi kemudian diundur menjadi 15 Mei karena dihujani kritik.

Popularitas Signal juga makin digenjot karena menjadi aplikasi messaging pilihan banyak tokoh tersohor, seperti CEO Twitter Jack Dorsey, CEO SpaceX Elon Musk dan whistleblower Edward Snowden. Sementara itu, belum lama ini Telegram mengklaim mereka mendapatkan 100 juta pengguna baru.



Simak Video "Mengenal Pendiri Telegram dan Signal yang Kerap Menyerang WhatsApp"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/vmp)