Deretan Fitur Aplikasi PeduliLindungi untuk Penerapan 3T

Deretan Fitur Aplikasi PeduliLindungi untuk Penerapan 3T

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Rabu, 16 Des 2020 20:40 WIB
PeduliLindungi
Foto: Dok. PeduliLindungi
Jakarta -

Pemerintah mengeluarkan imbauan untuk menerapkan gerakan 3M dan 3T untuk menekan penyebaran virus Corona. Salah satunya adalah melakukan tracing, yang bisa dilakukan dengan aplikasi contact tracing PeduliLindungi. Apa saja sih fiturnya?

Aplikasi yang bisa diunduh di Play Store dan App Store ini punya beberapa fitur untuk melakukan contact tracing, baik berbasis lokasi menggunakan GPS ataupun lewat Bluetooth. Lewat GPS, PeduliLindungi dapat memberitahu kondisi Zona COVID-19 (merah atau hijau) berikut jumlah pasien yang terpapar, sembuh dan meninggal di lokasi dia berada kepada pengguna.

Lalu ketika ada ponsel lain dalam radius lokasi yang juga terdaftar di PeduliLindungi, akan terjadi pertukaran ID anonim yang akan direkam dalam ponsel. Data ID anonim itu pun akan direkam selama 14 hari.

PeduliLindungi selanjutnya akan mengidentifikasi orang yang pernah berada dalam jarak dekat dengan orang yang dinyatakan suspek, Kasus Konfirmasi (bergejala dan tidak bergejala), dan Kontak Erat. Bila memang merasakan gejala dari Covid-19, Aplikasi PeduliLindungi ini juga bisa membantu lewat fitur Teledokter.

Dengan fitur ini, layanan konsultasi dengan dokter bisa dilakukan dengan jarak jauh yang merupakan hasil kerja sama dengan platform layanan Kesehatan yaitu Telkomedika, Halodoc, Prosehat, dan Good Doctor. Selain itu juga bisa melakukan pemeriksaan mandiri melalui platform Prixa, BPPT, dan Good Doctor.

Ke depannya, aplikasi ini akan sepenuhnya berbasis lokasi atau GPS tanpa perlu lagi menggunakan Bluetooth. Tujuannya agar ponsel yang terpasang aplikasi PeduliLindungi bisa lebih hemat baterai.

Berikut ini adalah deretan fitur di aplikasi PeduliLindungi

  • Kontak Tracing yang bisa dilakukan selama 14 hari ke belakang menggunakan teknologi bluetooth
  • Tracking close contact users, menggunakan GPS
  • Fencing untuk mendukung isolasi mandiri, juga menggunakan GPS
  • QR Code untuk WNI dan WNA yang akan memasuki wilayah yurisdiksi di 7 pintu, yang secara langsung telah ditetapkan sebagai ODP.
  • Notifikasi zona terdampak di sekitarnya, baik kelurahan, RS, maupun apotek terdekat.
  • Histori perjalanan atau lokasi yang dikunjungi user, menggunakan GPS
  • Teledokter yang menggandeng startup bidang kesehatan. Sudah ada Prixa, Halodoc, dan ProSehat, ditambah dukungan dari BPPT.
  • Dashboard PeduliLindungi saat ini tersedia di Kementerian Kesehatan untuk melacak (tracking dan tracing) pengguna yang melakukan kontak dengan orang positif COVID-19.


Simak Video "Kominfo Pastikan Aplikasi PeduliLindungi Aman!"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)