Rabu, 19 Feb 2020 17:04 WIB

Tahun 2019, Twitter Kembali Jaya di Indonesia

Virgina Maulita Putri - detikInet
Country Industry Head Twitter Indonesia, Dwi Adriansah Country Industry Head Twitter Indonesia, Dwi Adriansah (Virgina Maulita Putri/detikcom)
Jakarta -

2019 menjadi tahunnya Twitter di Indonesia. Pertumbuhan rata-rata jumlah pengguna hariannya di Indonesia meningkat cukup besar dibanding rata-rata global.

Country Industry Head Twitter Indonesia, Dwi Adriansah mengatakan rata-rata pengguna harian Twitter global di 2019 meningkat hingga 21% year-on-year. Tapi untuk Indonesia, peningkatan ini mencapai 3,5 kali di atas angka global tersebut.

Pria yang biasa disapa Ade ini tidak menjabarkan berapa jumlah spesifik pengguna harian Twitter di Indonesia. Tapi pertumbuhan yang ada di Indonesia ini masuk di peringkat lima teratas di seluruh dunia.

Ia pun mengungkap beberapa alasan yang mendasari peningkatan ini. Salah satunya kembalinya pengguna yang telah lama absen main Twitter.

"Banyak sekali kita temukan cerita-cerita tersebut, terutama di kalangan Gen Z. Karena kita melihat di chart umur Gen Z kita melihat peningkatan dua kali lipatnya," kata Ade di kantor Twitter Indonesia, Jakarta, Rabu (19/2/2020).


Menurut Ade anak SMA dan anak kuliah, mereka kembali menggunakan Twitter atau pertama kali menggunakan Twitter. Tidak hanya dari jumlah segi kembalinya pengguna lama, meningkatnya rata-rata jumlah pengguna harian Twitter juga didorong oleh berubahnya peran Twitter sebagai media sosial yang lebih mengutamakan percakapan dan diskusi.

Mulai dari diskusi yang serius, hingga debat yang receh seperti tim bubur ayam diaduk atau tidak, semuanya terjadi di Twitter. Selain itu, Ade mengatakan pengguna Twitter juga memiliki pola pikir yang berbeda dibanding pengguna media sosial lain.

"Kalau di platform lain mereka berbicara soal look at me, jadi sering selfie, liburan ke Bali atau sharing photos. Tapi begitu ke Twitter, mindset mereka menjadi look at this," jelas Ade.


"Ini yang menyebabkan salah satunya Twitter kembali lagi di Indonesia," imbuhnya.

Menurut Ade, pengguna berbondong-bondong ke Twitter untuk mencari berita terbaru tentang topik favoritnya atau mencari cerita yang menarik. Ia pun mencontohkan melonjaknya gerakan 'Twitter please do your magic' yang biasanya digunakan untuk promosi bisnis atau kegiatan sosial.

Belum lagi cerita yang viral di Twitter pasti akan menyebar ke platform lain sehingga pembicaraan tentang topik tersebut dilanjutkan kembali di Twitter. Contohnya seperti cerita 'KKN di Desa Penari' yang sempat viral beberapa bulan yang lalu.

"Kita menemukan data yang menarik. Kita melihat orang membicarakan dulu baru mencari beritanya di platform pencarian. Ini fenomena di mana orang banyak membicarakan kemudian dibahas di media," pungkas Ade.

Tahun 2019, Twitter Kembali Jaya di Indonesia


Simak Video "dYouthizen: A New Basecamp for YOU!"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)