Sabtu, 01 Feb 2020 14:00 WIB

Cara RoomMe Ubah Bisnis Kos Jadi Tokcer

Agus Tri Haryanto - detikInet
Startup Kostan RoomMe Foto: RoomMe
Jakarta -

RoomMe, platform operator kost virtual, mengklaim telah menggandeng ratusan pebisnis kos dalam waktu dua tahun terakhir. Daya tarik pengelolaan yang lebih tertata hingga pendapatan tetap jadi kuncinya.

"Ada ratusan pebisnis kost di Jabodetabek yang telah sukses mengembangkan bisnis kos bersama RoomMe," ujar Glen Ramersan, Chief Executive Officer (CEO) RoomMe dalam siaran persnya, Sabtu (1/2/2020)

Pertumbuhan positif membuat RoomMe pede, di mana hingga akhir tahun 2020, startup ini akan terus berekspansi di puluhan kota lainnya, dengan menghadirkan layanan kos berstandardisasi, yang diklaim didukung oleh teknologi dan fitur layanan mutakhir untuk semua kalangan.

Wilayah ekspansi tak sekedar Jabodetabek, tetapi RoomMe disebutkan akan melebarkan layanannya sampai kota-kota lainnya seperti Bandung, Bali, Surabaya, Medan, Makassar, dan lainnya.

Di era yang semakin disruptif ini, hadirnya RoomMe kian menunjukkan telah terjadinya revolusi industri kost di Indonesia.

"Bukan hanya standardisasi kenyamanan untuk para pencari kos, bersama RoomMe, kami berkomitmen untuk tumbuh dan berkembang bersama ratusan pebisnis kost lainnya," jelas dia.

Foto: RoomMe

Glen menuturkan bisnis kos menjadi daya tarik sendiri sebagai salah satu pilihan investasi. Keberadaan sektor kos yang sudah tumbuh sejak puluhan tahun lalu mengalami begitu banyak perkembangan.

"Bahkan telah menjadi bagian dari gaya hidup yang cukup unik dari generasi ke generasi sejak puluhan tahun lalu," ungkap Glen.

Tingginya permintaan pasar dan potensi passive income menjadi dua hal yang menjadikan bisnis properti kos menjadi sorotan. Meski begitu, bisnis properti kos tentu memiliki risiko dan tantangan yang tak bisa diabaikan, khususnya terkait operasional dan manajemen pengelolaan kos.

Glen menyoroti dua hal yang kerap berdampak pada bisnis kostyang pada akhirnya cukup berpengaruh, pertama ketidakstabilan pendapatan/income instability (cash flow tidak lancar, tingkat hunian tiak stabil, tunggakan sewa kos, dan lainnya). Kedua, kerumitan pengelolaan kos/complicated operational (unit kost terisi penuh, tapi tidak mendapatkan keuntungan).

Cara RoomMe Ubah Bisnis Kos Jadi Tokcer

"Pebisnis kos yang bermitra dengan RoomMe akan mendapatkan pendapatan tetap (fixed income) yang stabil, bahkan cenderung meningkat setiap saatnya. Pebisnis kost tidak lagi perlu memikirkan occupancy rate/tingkat hunian yang rendah sehingga banyak unit kost yang tidak terisi. Di RoomMe, kami memberikan jaminan pendapatan untuk semua pebisnis kos yang bermitra dengan RoomMe, tanpa terkecuali," kata Glen.

Foto: RoomMe

RoomMe menerapkan End-to-End Error-Free Service, yang dikatakan memungkinkan pebisnis kos mudah dalam menjalankan bisnis."Kendala operasional seringkali menjadi hal yang sangat menyita waktu dan tenaga. Tak jarang pembengkakan biaya tak terduga muncul akibat perawatan gedung kost (kost maintenance), hingga perawatan fasilitas-fasilitas gedung lainnya," pungkasnya



Simak Video "Sejumlah Kementerian Bakal Duduk Bareng Bahas Tuntas Startup"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fyk)