Senin, 09 Des 2019 08:25 WIB

Gaet Yayasan Hang Tuah, Kelas Pintar Sambangi 51 Sekolah

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Kelas Pintar Foto: Kelas Pintar
Jakarta - Kelas Pintar, solusi belajar online besutan PT. Extramarks Education Indonesia memperluas layanannya di 11 kota Indonesia. Semua itu terwujud berkat kerja sama dengan Yayasan Hang Tuah yang menaungi lebih dari 18 ribu siswa, 925 guru, dan 51 sekolah.

Dalam kerja sama tersebut, Yayasan Hang Tuah sepakat untuk menggunakan solusi Kelas Pintar dalam proses belajar-mengajar di seluruh sekolah yang ada di bawah naungan yayasan mereka.

"Sebagai sebuah solusi lengkap pembelajaran digital, Kelas Pintar tidak hanya bisa dimanfaatkan oleh siswa, tapi juga didesain untuk menguatkan dan mensinergikan peran guru, sekolah dan orang tua murid dalam proses belajar anak. Oleh karena itu, kami percaya Kelas Pintar bisa memberikan kontribusi positif kepada Yayasan Hang Tuah dalam upayanya meningkatkan kualitas pendidikan siswa," jelas Fernando Uffie, Country Manager Extramarks Education Indonesia.



Dalam kolaborasi tersebut, solusi Kelas Pintar akan digunakan sebagai alat bantu mengajar di 627 kelas oleh 925 guru yang ada di bawah naungan yayasan Hang Tuah. Setiap kelas nantinya akan dibekali dengan proyektor, laptop dan Kelas Pintar yang memungkinkan para guru untuk mengakses seluruh materi pelajaran yang telah disesuaikan dengan kurikulum 2013 revisi, lengkap dengan beragam metode pengajaran yang disesuaikan dengan karakter siswa, yakni V.A.K (Visual, Audio, Kinesthetic).

Disebutkan juga, kerja sama ini termasuk di dalamnya akses terhadap ratusan ribu soal sebagai bagian dari metode pengajaran efektif Kelas Pintar yang menggunakan pendekatan learn, practice dan test. Adapun kerjasamanya sendiri disepakati berlangsung tiga tahun.



"Kami percaya bahwa teknologi adalah solusi untuk pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Tapi lebih dari itu, teknologi harus bisa bersinergi dengan guru, sekolah dan orang tua murid dalam upayanya meningkatkan kualitas pendidikan siswa. Dan kami melihat semua yang kami butuhkan tersebut ada di Kelas Pintar," jelas Laksamana Muda TNI (Purn) Amri Husaini, Ketua Umum Yayasan Hang Tuah.

Lebih lanjut Amri menyoroti tentang kesamaan visi antara yayasan Hang Tuah dan Kelas Pintar yang disebutnya sebagai landasan utama dalam kesepakatan ini. Menurutnya, keseriusan Kelas Pintar dalam mengadopsi Kurikulum 2013 revisi dengan melibatkan ratusan praktisi pendidikan dan mengemasnya ke dalam beragam metode penyampaian (V.A.K), jadi salah satu bukti keseriusan perusahaan dalam mewujudkan visi meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

"Kerja sama ini berlandaskan pada visi yang sama. Dan apa yang dilakukan Kelas Pintar dalam memberikan kemudahan akses terhadap berbagai literasi, jadi salah satu variabel penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia," jelas Amri.



Hal senada diungkapkan oleh Uffie. Menurutnya, kehadiran Kelas Pintar di Yayasan Hang Tuah ini akan turut membantu sekolah yang berada dalam naungan yayasan untuk dapat mencetak siswa yang unggul, sesuai dengan konsep Higher Thinking Order Skills atau HOTS yang kini sudah diimplementasikan dalam Kurikulum 2013 revisi.

Lewat konsep HOTS tersebut, siswa didik dituntut untuk dapat berpikir kritis, logis, dan sistematis sesuai dengan karakteristik mata pelajaran serta memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi. Jika konsep ini dilakukan sedini mungkin maka nantinya akan lahir SDM Unggul yang akan menjadikan Indonesia unggul di mata dunia.

"Kelas Pintar memiliki penguatan konsep melalui soal Latihan yang bervariasi seperti HOTS (Higher Order Thinking Skills), Tanya Jawab serta VBQ (Value Based Question). Sehingga para guru dapat dengan mudah mengevaluasi proses pembelajaran melalui soal Tes yang bervariasi seperti Tes Adaptif, Soal Pilihan Ganda (MCQ) dan Soal Uraian (Essay)," pungkas Uffie.

Simak Video "Cara Aktifkan Dark Mode WhatsApp"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)