Sabtu, 11 Mei 2019 02:55 WIB

Instagram Akan Blokir Tagar yang Sebarkan Hoax Soal Vaksin

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: Carl Court/Getty Images Foto: Carl Court/Getty Images
Jakarta - Instagram mengumumkan bahwa mereka akan memblokir tagar yang menyebarkan hoax terkait vaksin. Ini merupakan salah satu cara Instagram untuk meredam penyebaran teori konspirasi anti-vaksin yang mulai banyak bermunculan di platform-nya.

Instagram sebelumnya memang telah memblokir tagar yang mengandung hoax, seperti #vaccinescausesautism dan #vaccinescausesaids. Tapi, sekarang Instagram juga akan memblokir tagar yang walaupun tidak mengandung hoax tapi digunakan oleh kelompok anti-vaksin untuk menyebarkan ide mereka.

"Jika tagarnya adalah #vaccines1234, jika tagar itu mengandung misinformasi yang banyak diketahui tentang vaksin dengan proporsi yang tinggi, kami akan memblokir tagar tersebut sepenuhnya," kata Global Head of Public Policy Instagram, Karina Newton, seperti dikutip detikINET dari The Verge, Jumat (10/5/2019).




Untuk menetapkan bentuk misinformasi yang menyesatkan dan pantas untuk diblokir, Instagram akan mengacu pada informasi yang telah ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) dan organisasi lainnya yang telah membuktikan informasi tersebut tidak benar. Cara ini juga digunakan oleh perusahaan induknya, Facebook, untuk memerangi hoax anti-vaksin di platform-nya.

Instagram nantinya akan meninjau konten yang telah dihapus karena kebijakan misinformasi dan menggunakan machine learning untuk memahami tagar apa saja yang terkait. Jika sebuah tagar memiliki proporsi misinformasi yang tinggi, akan langsung diblokir.

Nantinya, ketika sebuah tagar diblokir konten yang menggunakan tagar tersebut akan tidak bisa ditemukan. Ketika tagar diklik atau dicari secara manual, hasil pencariannya tidak akan muncul.




Instagram juga berencana untuk mengenalkan fitur pesan pop-up yang akan muncul ketika pengguna mencari informasi tentang vaksin. Tidak diketahui seperti apa bentuk pesan pop-up ini, tapi Instagram mengatakan tujuannya adalah untuk mengarahkan pengguna menuju informasi yang akurat dan dari sumber yang terpercaya. (vim/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed