Selasa, 27 Nov 2018 17:40 WIB

Laporan dari Melbourne

Perusahaan Ini Ciptakan Aplikasi Tur Museum yang Praktis

Gibran Maulana Ibrahim - detikInet
Perangkat yang terinstal The O bisa menampilkan detail suatu koleksi museum. Foto: dok. Kedubes Australia Jakarta Perangkat yang terinstal The O bisa menampilkan detail suatu koleksi museum. Foto: dok. Kedubes Australia Jakarta
Melbourne - Pernah terhalang orang lain atau tak leluasa saat hendak menikmati karya seni di museum? Nah, sebuah perusahaan di Australia menciptakan aplikasi yang memudahkan pengunjung museum melihat detail suatu karya seni tanpa harus mendekat dan menghalangi orang lain.

Art Processors, konsultan desain berpengalaman khusus museum di Australia, menciptakan aplikasi dengan nama The O yang ditujukan buat para pengunjung Museum of Old and New Art (MONA) Australia.


Perusahaan Australia Ini Ciptakan Aplikasi Tur Museum yang Lebih Praktis Foto: dok. Kedubes Australia




detikINET dan sejumlah media lain berkesempatan mengunjungi kantor Art Processors di daerah Collingwood, Melbourne, Australia, Selasa (27/11/2018), dalam sebuah kesempatan memenuhi undangan Kedutaan Besar Australia. CEO Mark Nihill dan co-founder Nic Whyte menyambut dan menjelaskan tentang aplikasi The O.


Perusahaan Australia Ini Ciptakan Aplikasi Tur Museum yang Lebih Praktis Co-founder Art Processors Nic Whyte. Foto: Gibran Maulana Ibrahim/detikINET


"Kami memikirkan apa yang orang-orang ingin lihat di museum," tutur Nic.

Nic menyebutkan sedikit sejarah tentang MONA. Museum itu awalmya bernama Moorilla Museum of Antiquities. Moorilla menjalani renovasi pada kisaran 2006 hingga resmi bernama MONA di 2011.

Dia mengatakan, pemilik dari Moorilla ingin perubahan di museumnya. Dan pada 2011, Art Processors menemukan solusinya dan membuat aplikasi The O.


Perusahaan Australia Ini Ciptakan Aplikasi Tur Museum yang Lebih Praktis CEO Art Processors Mark Nihill. Foto: Gibran Maulana Ibrahim/detikINET


"Kami temukan solusi dan pada 2011 kami menjadikannya seperti ini," ujar Nic sambil menunjukkan gambar MONA. "Sangat-sangat berbeda," imbuhnya.

Aplikasi 'The O' disebut Nic sengaja diciptakan untuk menggantikan label berisi teks di dinding yang biasa menjadi keterangan tentang suatu karya seni di MONA. Pengunjung akan diberikan perangkat yang telah terpasang aplikasi The O untuk berkeliling atau tur museum.

At MONA, we don't have wall labels, we have The O," bunyi tulisan di perangkat tersebut.

Perusahaan Australia Ini Ciptakan Aplikasi Tur Museum yang Lebih Praktis Foto: Gibran Maulana Ibrahim/detikINET


Bagaimana cara The O bekerja? Pengunjung hanya melakukan tap The O di dekat benda-benda koleksi MONA dan seketika informasi mengenai karya seni itu akan muncul.

Tak cuma itu, ada juga karya dan inovasi lain dari Art Processors. Chuan Lim, teknolog kreatif Art Processors, lantas mengajak rombongan melipir ke University of Melbourne.

Perusahaan Australia Ini Ciptakan Aplikasi Tur Museum yang Lebih Praktis Teknolog kreatif Art Processors Chuan Lim menjajal VR di eksibisi Awaken. Foto: Gibran Maulana Ibrahim/detikINET


Di sana, ada pameran koleksi yang dinamai 'Awaken'. Art Processors menyediakan teknologi augmented reality (AR) untuk membantu pengunjung menikmati karya seni. Ada juga teknologi virtual reality (VR) dari Art Processors.

Rombongan pun sempat menjajal dua fitur tersebut di eksibisi itu. Menggunakan fitur AR di sebuah perangkat, pengunjung seolah-olah bisa melihat secara langsung--bahkan secara dekat--beberapa koleksi yang tidak ada di dunia nyata.

Selain itu, sama seperti aplikasi The O, pengunjung di eksibisi 'Awaken' dapat mengetahui detail suatu koleksi tanpa harus mendekat ke objek dan mengganggu orang lain.





(rns/rns)