Berbagai media ramai memberitakan bahwa lembaga State Intellectual Property Office China (SIPO) tengah menginvestigasi Microsoft terkait posisinya sebagai pemimpin pasar software di negeri tirai bambu itu.
Lebih lanjut, Microsoft disebut-sebut menaikkan harga software Windows maupun Office agar bisa mengeruk laba bersamaan dengan digiatkannya pemakaian software legal di China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk diketahui, China memang sering dikritik karena tingginya pembajakan software. Lembaga Business Software Alliance (BSA) menyatakan bahwa sekitar 80 persen software yang dipakai di sana adalah ilegal.
Kabar simpang siur ini pun dibantah oleh SIPO melalui situs resminya. Mereka menyatakan tidak sedang menyelidiki Microsoft. Adapun pihak Microsoft sendiri juga mengaku belum mengetahui adanya penyelidikan tersebut.
Anda Windows mania? Bergabunglah di thread khusus di detikINET Forum! (fyk/dwn)