Ada delapan perusahaan yang terlacak menjual Windows dan Office bajakan. Software tersebut dijual secara pre-install melalui PC (personal computer).
Beberapa diantaranya terlacak melalui program Windows Genuine Advantage atau Office Genuine Advantage, yakni program untuk mengetahui keaslian software secara online. Namun ada juga yang melapor melalui hotline anti-pembajakan Microsoft.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut disebutkan, menurut pengacara Microsoft Sharon Cates, beberapa terdakwa rupanya pernah terjaring kasus yang sama sebelumnya dan telah menyelesaikan perkara tersebut.
Adapun perusahaan tergugat tersebar di berbagai negara di Amerika Serikat, yaitu California, Georgia, Massachusetts, Ohio, South Carolina, Tennessee, Texas, Virginia, Oregon, Arkansas, Colorado, Florida, Illinois dan Washington.
Berdasarkan laporan yang dirilis Business Software Alliance (BSA) baru-baru ini, negara adidaya Amerika Serikat (AS) tercatat sebagai negara dengan tingkat pembajakan paling rendah, dengan prosentase 20%. Terhitung sekitar US$ 8 miliar melayang akibat pembajakan software tersebut.
Anda ingin berdiskusi tentang hak atas kekayaan intelektual (cipta, paten, merek) ataupun pembajakan? Segera bergabung di detikINET Forum. (dwn/fyk)