Meski belum diumumkan resmi, keberhasilan Microsoft ini telah bocor di internet. Jika tak ada halangan ISO yang memiliki perwakilan dari 100 negara akan mengumumkan keberhasilan Microsoft ini dalam waktu dekat.
Sejak tahun 2005, Microsoft memang telah mengupayakan format file Open XML bisa menjadi standar global. Adapun Indonesia dulunya memilih abstain dalam voting ISO terdahulu terhadap Open XML ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun menurut Peter O'Kelly, analis di Burton Group, adanya ratifikasi ISO ini merupakan langkah signifikan Microsoft dalam mendukung standar file dokumen. Bahkan penciptaan software berdasarkan spesifikasi Open XML kini dinilai akan lebih mudah dan aman secara hukum.
Mengenai dampak persetujuan ISO terhadap Open XML ini, Jan van den Beld dari lembaga industri komputer CompTIA menyatakan, dalam waktu dekat belum akan ada perubahan berarti. Namun memang pemerintah dan perusahaan besar kini punya berbagai alternatif pilihan yang menarik.
Tentu saja terdapat masalah persaingan terkait dengan standar yang hampir serupa, yakni OpenDocument Format (ODF) yang lebih dulu jadi standar ISO. Berbagai pihak termasuk raksasa komputer IBM yang pendukung ODF khawatir, keberadaan Open XML justru merecoki ODF. Tak pelak, Microsoft dan IBM memang terlibat dalam persaingan format file dokumen ini.
Karenanya, editor spesifikasi ODF, Patrik Durusau melobi pihak Open XML untuk meningkatkan interoperabilitas dengan ODF agar tak terjadi gangguan.
(fyk/fyk)