Jika angka pembajakan software komputer (PC) turun 10 persen dalam rentang waktu 4 tahun, maka diperkirakan akan tercipta 2.200 lapangan pekerjaan baru. Pertumbuhan ekonomi juga diperkirakan akan meningkat menjadi USD 1,8 miliar, dengan pendapatan pajak sebesar USD 88 juta.
Direktur Marketing Business Software Alliance (BSA) Asia Roland Chan menuturkan, dampak ekonomi tersebut juga akan dirasakan oleh vendor lokal. Penelitian International Data Corporation (IDC), perusahaan penelitian pasar global terkemuka untuk industri teknologi informasi, mengungkapkan bahwa vendor lokal akan mendapatkan pendapatan tambahan sebesar USD 1 miliar dari penurunan pembajakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu di kawasan Asia, jika tingkat pembajakan turun 20 persen maka akan menciptakan 435 ribu lapangan kerja baru, dengan pertumbuhan ekonomi USD 40 miliar dan pendapatan pajak lebih dari USD 5 miliar.
Penelitian yang disponsori BSA dan IDC tersebut juga mencatat bahwa indusri TI menjadi kontributor terbesar dalam pembelanjaan ekonomi. Industri TI berhasil menyumbangkan pajak sebesar 167 miliar.
Tahun 2007, negara-negara di Asia tercatat membelanjakan lebih dari USD 2.232 miliar untuk peralatan dan pelayanan TI yang meliputi komputer, peripheral, perangkat jaringan, paket software dan layanan TI. Belanja sebesar itu didukung lebih dari 348 ribu perusahaan TI dengan jumlah karyawan mencapai lebih dari 5,5 juta.Β (dwn/dwn)