Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pendidikan Keamanan TI Perlu Dijadikan Kurikulum

Pendidikan Keamanan TI Perlu Dijadikan Kurikulum


- detikInet

Jakarta - Fakta menunjukkan ancaman dan serangan keamanan menjadi lebih global dan canggih. Seiring dengan peningkatan adopsi perangkat, aplikasi dan metode komunikasi yang terhubung ke IP, peluang untuk serangan juga meningkat.

Tren tersebut membuka sebuah babak baru dalam sejarah ancaman keamanan dan metodologi keamanan. Dalam laporan tahunan pertamanya tentang situasi keamanan global bertajuk "2007 Cisco Annual Security Report", Chief Security Officer John Stewart mengatakan bahwa keamanan informasi sudah tidak lagi merupakan sebuah perang melawan virus atau spam.

"Kejahatan cyber berevolusi di depan mata kita, seringkali menggunakan teknik-teknik terkenal yang dulunya hanya terlihat dalam bentuk elektronik. Tim-tim keamanan TI, bisnis, pemerintah, penegak keamanan, konsumen dan warga negara merupakan target sekaligus sekutu," kata Stewart, melalui keterangan tertulis yang diterima detikINET, Selasa (8/1/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mengamankan bisnis, identitas pribadi dan negara-negara, Stewart menilai, dibutuhkan koordinasi di tingkat yang lebih tinggi di antara pihak-pihak yang dulunya tidak bekerja sama. Keefektifan keamanan nasional, enterprise dan pribadi akan bergantung pada kolaborasi dan komunikasi di antara semua pihak-pihak tersebut.

Salah satunya dengan memasukkan pendidikan keamanan TI ke dalam kurikulum sekolah. Vendor keamanan dan badan pemerintah diharap mau berinvestasi dalam pendidikan keamanan dan pembangunan kemawasan. Dengan demikian setiap pihak bisa diberdayakan untuk lebih aktif memikul tanggung jawab keamanan.

Stewart juga mengatakan perlunya dilakukan audit teratur di dalam organisasi akan target-target menarik dan mengevaluasi jalan-jalan yang bisa digunakan untuk menyerang target-target tersebut. "Serangan-serangan seringkali berhasil karena tidak diikutinya dasar-dasar keamanan seperti pencegahan serangan berbasis host, tambalan dan pembaruan dengan perbaikan-perbaikan keamanan, dan audit-audit teratur," jelas Stewart.

Setiap pihak juga harus memahami bahwa ancaman mengikuti pola-pola penggunaan. "Penyerang-penyerang akan mengikuti mayoritas. Setiap kali sebuah aplikasi atau perangkat muncul, ancaman-ancaman baru akan muncul juga," papar Vice President of Customer Assurance and Security Programs Dave Goddard Goddard. (dwn/dwn)




Hide Ads