Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
JBL Sikat Ratusan Ribu Produk Audio Palsu di Asia Pasifik

JBL Sikat Ratusan Ribu Produk Audio Palsu di Asia Pasifik


Anggoro Suryo Jati - detikInet

JBL
Foto: Dok. JBL
Jakarta -

Harman International, perusahaan induk merek audio JBL, bekerja sama dengan platform e-commerce, otoritas bea cukai, dan aparat penegak hukum regional untuk mengidentifikasi sekaligus menindak peredaran produk tiruan.

Upaya perlindungan merek Harman mencatatkan sejumlah capaian penting dalam kurun dua tahun terakhir:

  • Pembersihan Marketplace (2025): Harman berhasil memfasilitasi penghapusan lebih dari 500.000 tautan produk ilegal di berbagai marketplace digital utama kawasan APAC. Sekitar 300.000 tautan di antaranya teridentifikasi menjajakan barang palsu, sedangkan sisanya melakukan pelanggaran HAKI.
  • Penyitaan di Korea Selatan (H1 2026): Operasi penegakan hukum bersama otoritas lokal berhasil menyita unit palsu dari speaker portabel JBL Flip 6 dan JBL Charge 6 guna memutus rantai distribusi lokal.
  • Pencegahan di Thailand (H1 2026): Petugas bea cukai Thailand menggagalkan peredaran produk palsu bermerek fiktif "JBL Max 33", serta menyita unit tiruan dari JBL Go 4, JBL Clip, hingga lini headphone JBL Tune series.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Edukasi Konsumen dan Bahaya Produk Tiruan

Selain tindakan hukum, Harman meluncurkan kampanye edukasi anti-barang palsu di media sosial tingkat regional guna membantu masyarakat mengenali perangkat audio asli.

General Manager and Vice President Consumer Audio Harman Asia Pacific, Grace Koh, mengingatkan bahwa produk tiruan mengabaikan proses kendali mutu (quality control) dan mengandalkan komponen berkualitas rendah yang berisiko memicu bahaya keselamatan.

"Selain menyajikan kualitas suara yang luar biasa, produk asli JBL dirancang untuk bekerja secara seamless dalam ekosistem JBL. Melalui aplikasi resmi, konsumen dapat mempersonalisasi pengaturan EQ, mengakses fitur seperti stereo pairing dan Playtime Boost. Pengalaman seperti ini tidak dapat direplikasi oleh produk tiruan," jelas Grace Koh, dalam keterangan yang diterima detikINET, Sabtu (26/9/2026).

Harman mengimbau konsumen untuk selalu membeli perangkat JBL melalui retailer resmi maupun toko online terverifikasi (official store) serta mewaspadai penawaran harga yang terlampau murah.



(asj/asj)
TAGS




Hide Ads